SIJUNJUNNG, KP — Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Tambang, Nagari Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Kamis malam (5/3). Peristiwa yang terjadi saat warga sedang melaksanakan salat tarawih tersebut menghanguskan tiga kedai dan satu rumah permanen dengan taksiran kerugian mencapai Rp300 juta.
Anggota Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kamang Baru, Robi Purnama, menjelaskan bahwa laporan diterima pihaknya pada pukul 22.44 WIB. Sebanyak 15 personel dengan satu armada dari Pos Kamang Baru dikerahkan ke lokasi, serta mendapat bantuan satu mobil damkar dan enam personel dari Kabupaten Dharmasraya.
“Api pertama kali muncul dari kedai santan diduga akibat korsleting listrik,” tutur Robi.
Kobaran api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekira pukul 23.15 WIB, setelah petugas berjibaku memadamkan api yang juga sempat menjilat bagian dinding rumah di belakang deretan kedai tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiel cukup besar karena peralatan pangkas rambut, mesin pembuat santan, dan peralatan mi ayam ikut ludes terbakar.
Sementara, Kapolsek Kamang Baru, AKP Syafrinaldi, mengonfirmasi bahwa api pertama kali muncul dari warung santan dan dengan cepat merambat ke warung lain karena bangunan didominasi material kayu.
“Kebakaran terjadi saat warga melaksanakan salat tarawih. Api terlihat muncul dari warung santan kemudian menyambar ke Warung Bakso Mie Ayam hingga ke rumah permanen serta kios pangkas rambut,” ujar AKP Syafrinaldi, Jumat (6/3).
Saat ini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami dari Polsek Kamang Baru telah melalukan pemasangan garis polisi di Tempat Kejadian Peristiwa,” tegas Kapolsek.
Menyikapi kejadian ini, AKP Syafrinaldi mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat meninggalkan rumah untuk beribadah di masjid. Ia mengingatkan warga untuk selalu memeriksa kondisi kompor dan instalasi listrik yang sering menjadi pemicu arus pendek hingga menimbulkan kebakaran.
“Hendaknya memperhatikan pintu dan jendela serta kompor dan instalasi listrik yang diduga sering memicu terjadinya arus pendek listrik dan menimbulkan kebakaran,” pungkasnya. (ak/*)
