Home » Perempuan Minangkabau Punya Peran Penting Menjaga Ketahanan Keluarga

Perempuan Minangkabau Punya Peran Penting Menjaga Ketahanan Keluarga

Redaksi
2 menit baca

KETUA DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi, menyoroti peran vital perempuan Minangkabau dalam menjaga ketahanan keluarga di era digitalisasi dan informasi. Ia menganggap ketahanan keluarga sebagai instrumen kunci untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat membuka kegiatan Literasi Media untuk perempuan yang bekerjasama dengan KPID Sumbar, baru-baru ini di Agamjua Cafe Payakumbuh. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka perceraian saat ini, yang berpotensi memengaruhi perkembangan anak-anak di masa mendatang.

Supardi menyoroti pengaruh teknologi komunikasi, di mana sekarang ini banyak orang tua cenderung memberikan gadget kepada anak-anak karena kesibukan masing-masing. Hal ini, menurutnya, dapat berdampak pada tumbuh kembang anak-anak, sehingga perlu perhatian lebih terhadap pendidikan dan pembentukan karakter mereka.

Dia menekankan bahwa karakter anak-anak mulai terbentuk pada usia tiga hingga delapan tahun, di mana banyak orang tua mulai meracuni anak-anak dengan game dan sejenisnya. Oleh karena itu, Supardi menegaskan bahwa peran perempuan Minangkabau harus kembali ke akarnya sebagai figur bundo kandung, yang memiliki peran sentral dalam pendidikan dan pembentukan karakter keluarga.

Sementara itu Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumbar, Robert Cenedy memastikan perempuan memiliki peran penting dalam dunia penyiaran khususnya dalam menekan dampak negatif dari media.

“Kita mengetahui perempuan merupakan taman ilmu bagi anak-anak untuk tumbuh kembang, maka peranannya sangat penting bagi keluarga dan kehidupan masyarakat dari dampak penyiaran,” katanya.

Ia mengatakan, bahwa saat ini konten siaran di media memiliki dampak besar baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Sehingga dibutuhkan peran Bundo Kanduang untuk menekan dampak negatif tersebut.

“Harapannya saat ini Bundo Kanduang yang hadir selain untuk menambah pemahaman untuk pribadi dapat juga menyampaikan kepada masyarakat lainnya secara luas,” ujarnya.

Selain itu, dia berharap Bundo Kanduang di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota juga dapat bekerjasama dengan KPID untuk mengawasi konten penyiaran di media.

“Jika memang ada konten-konten penyiaran yang hal itu dapat memberikan dampak negatif tolong direkam dan dilaporkan kepada kami sehingga kami dapat menindaklanjutinya,” katanya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Korbid Pengawasan Isi Siaran Ficky Tri Saputra, Korbid PKSP Dasrul, dan peserta yang berasal dari Bundo Kanduang di Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota. (*)

Jangan Lewatkan