Home » Bansos dan Kemiskinan

Bansos dan Kemiskinan

Redaksi
A+A-
Reset

Bantuan pangan beras cadangan pemerintah yang dikucurkan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir patut diapresiasi. Sebab, bantuan itu meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga beras saat ini.

Namun, bantuan pangan beras itu menjadi sebua ironi sekaligus memprihatinkan bagi kita di Sumbar, terutama pada beberapa daerah yang dikenal sebagai lumbung beras. Sumbar punya banyak daerah penghasil beras dengan areal presawahan yang terbilang luas. Namun kenaytaannya, warga setempat belum terbebas dari kekurangan pangan. Ribuan warga di daerah lumbung pangan itu ikut jadi penerima manfaat bantuan pangan 10 kilogram beras selama 3 bulan untuk Oktober hingga Desember 2023.

Kita bukan iri warga di daerah lumbung pangan masih dapat bantuan beras. Kita pun yakin bahwa pemda setempat terus mendorong warganya mengolah tanah subur yang begitu luas sekaligus menggenjot produksi beras.

Namun, ada yang agak aneh rasanya ketika ribuan warga di daerah penghasil beras menerima bantuan beras. Silahkan saja terima bantuan beras tersebut karena tak ada ‘doa penolak rezeki’. Namun di sisi lain, kita perlu lebih menyadari bahwa daerah kita ibarat ‘tanah sorga’ yang subur. Udaranya berhawa sejuk, cocok untuk tanaman tumbuh sempurna. Ketika daerah lain kekringan, kita masih dikaruniai hujan. Dengan semuanya itu, seharusnya kesejahteraan warga, khususnya di daerah sentra pangan dapat semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Pemerintah setempat pun jangan sampai merasa bangga banyak rakyatnya yang dapat bantuan sosial beragam jenis, mulai dari BLT hingga beras. Sebab, hal itu menandakan kemiskinan masih jadi PR yang belum kunjung terselesaikan.

Terlepas dari hal itu, sudah saatnya data warga miskin ‘dikalibrasi’ sehingga benar-benar valid dan akurat. Jangan karena ingin terus mendapat bantuan, yang bersangkutan bersedia dan rela terus tercatat sebagai warga miskin.

Untuk itu sudah saatnya pemerintah melakukan seleksi secara ketat berkaitan dengan jumlah warga miakin dari periode ke periode. Kalau warga miakin terus bertambah atau jumlahnya tidak semakin mengecil, boleh jadi pertanda pembangunan gagal karena kemiskinan enggan meninggalkan negeri ini. *

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?