YAYASAN Sosial masih kesulitan memperoleh anggaran hibah dari pemerintah. Begitu judul berita KORAN PADANG terbitan Kamis (26/10) di halaman 7. Cukup menarik berita tersebut untuk ditelaah secara mendalam. Berita yang cukup menggelitik tersebut juga pantas ditindaklanjuti sebagai bentuk kecintaan kita dalam memecahkan beragam problema sosial yang masih mendera negeri ini.
Cukup banyak warga binaan sosial di daerah ini. Mulai dari anak terlantar, yatim piatu, miskin, anak putus sekolah, dan beragam jenis penyandang masalah sosial lainnya. Tentu datanya lengkap dimiliki pemerintah, terutama Dinas Sosial kabupaten/kota maupun provinsi.
Namun, anggaran yang terbatas membuat berbagai masalah sosial itu tidak tertanggulangi sepenuhnya. Hal ini dirasakan yayasan sosial dengan sulitnya memperoleh dana hibah dari pemerintah. Padahal, dana hibah pemerintah itu salah satu sumber vital bagi mereka.
Menghadapi kesulitan ini, sangatlah relevan untuk yayasan sosial mempertimbangkan alternatif ekonomi produktif. Yayasan sosial seperti panti asuhan, memiliki potensi untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif. Mereka bisa memulai usaha seperti perikanan, peternakan ayam, produksi makanan ringan, dan beragam usaha lainnya. Namun, tentunya hal ini memerlukan tekad yang konsisten.
Pemerintah dan masyarakat dapat terus memberikan bantuan rutin, namun panti asuhan hendaknya berusaha mandiri dengan melibatkan anak asuh mereka dalam aktivitas ekonomi produktif secara berkala. Panti-panti asuhan yang berlokasi di perkotaan dapat mempertimbangkan usaha yang sesuai, seperti produk yang dapat dipasarkan di lingkungan perkotaan.
Di daerah pedesaan, usaha ternak hewan seperti ayam, kambing, atau itik bisa menjadi pilihan yang layak. Ini akan memberikan anak-anak binaan pelajaran berharga sebagai modal dalam menjalani kehidupan ketika masanya tiba mereka meninggalkan panti tempatnya dibesarkan.
Ketidakpastian dalam mendapatkan hibah pemerintah tidak perlu dijadikan keluhan terus-menerus. Sebaliknya, kesulitan ini bisa dilihat sebagai dorongan untuk menjelajahi potensi sumber dana lain yang lebih berkelanjutan. Tidak ada permasalahan yang tidak memiliki solusi. Keberanian dalam menghadapi kesulitan adalah kunci untuk menemukan solusi yang tepat. Dengan semangat dan kerja keras, kita percaya bahwa setiap panti asuhan memiliki potensi untuk menjadi lebih mandiri.
Semoga usaha ekonomi produktif di panti-panti asuhan membuka peluang masa depan yang cerah bagi anak-anak asuh mereka. Semoga saja semakin mandiri panti asuhan tersebut, Yang Maha Kuasa terus memberi kemudahan pada pengurus agar anak-anak binaannya selalu dalam limpahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT terus menerus. *
