Home » Arus Mudik ke Sumbar Diprediksi Melonjak Empat Kali Lipat

Arus Mudik ke Sumbar Diprediksi Melonjak Empat Kali Lipat

Perputaran Uang Diperkirakan Tembus Rp10 Triliun

Redaksi
3 menit baca

PADANG, KP – Pemprov Sumbar memprediksi perantau yang pulang mudik pada lebaran tahun ini meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun 2022 lalu. Untuk menyambut para pemudik, berbagai langkah antisipasi mengatasi kemacetan, masalah kebersihan, hingga keamanan dilakukan.

Asisten II Setdaprov Sumbar Wardarusmen mengungkapkan, pemudik yang masuk ke Sumbar didominasi melalui jalur udara dan darat. Untuk jalur udara melalui pintu gerbang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), perbandingan jumlah penerbangan tahun ini diprediksi mengalami peningkatan karena akan mengalami lonjakan kedatangan penumpang pesawat masuk ke BIM sebanyak 4 kali dibandingkan tahun 2022.

“Jika tahun 2022 lalu pemudik yang datang melalui BIM mencapai 24 ribu, maka tahun ini bisa 100 ribu lebih. Karena itu dibutuhkan dukungan dan kesiapan PT Angkasa Pura II Cabang BIM,” kata Wardarusmen didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Sumbar Siti Aisyah, saat jumpa pers dengan awak media, Rabu (5/4).

Sementara, melalui jalur darat, pemudik yang pulang kampung juga diperkirakan mencapai empat kali lipat dibandingkan tahun lalu. Pemudik didominasi dari Pekanbaru, Jambi, dan Jakarta. Bahkan, juga ada kunjungan perantau asal Agam di Malaysia sebanyak 2 ribu orang yang akan pulang bersama pada lebaran tahun ini.

“Ini menjadi kewajiban pemda memberikan pelayanan terbaik. Makin banyak orang datang diharapkan akan banyak uang dibawa ke Sumbar. Tahun lalu putaran uang mencapai Rp3 triliun. Sekarang dengan jumlah pemudik empat kali lipat bisa mencapai Rp10 triliun,” ungkapnya.

Dengan lonjakan pemudik pada lebaran tahun ini, maka langkah antisipasi mengatasi kemacetan, kebersihan, serta keamanan dilakukan dengan belajar dari pengalaman saat mudik lebaran tahun 2022.

Untuk antisipasi kemacetan, rencananya bakal diterapkan penerapan one way atau jalur satu arah pada ruas jalan Padang-Bukittinggi.

Wardarusmen menambahkan, antisipasi kemacetan juga dilakukan di lokasi destinasi wisata, rumah makan, serta pasar.

“Belajar dari pengalaman lebaran tahun lalu, pengunjung destinasi wisata dan rumah makan membeludak. Ini perlu langkah antisipasi,” terangnya.

Untuk langkah antisipasi ini, selain melibatkan seluruh OPD dan stakeholder, juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi telah mengirimkan surat kepada OPD Pemprov Sumbar dan bupati/walikota pada 3 April 2023 lalu. Surat tersebut meminta untuk mengambil kebijakan meningkatkan kelancaran arus barang dan orang serta sarana perhubungan dan transportasi. Termasuk kebijakan meningkatkan pelayanan pariwisata perdagangan dan meningkatkan pengelolaan persampahan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumbar Dedy Diantaolani menambahkan, jalur yang sangat rawan macet terdapat pada jalur Padang-Bukittinggi-Limapuluh Kota-Payakumbuh. Juga jalur Pesisir Selatan dan Solok.

Khusus Padang-Bukittinggi dengan jarak tempuh sekitar 70 kilometer, diprediksi lama waktu tempuh mencapai 8-9 jam saat lebaran nanti. Hal ini terjadi karena ada sejumlah titik lokasi rawan kemacetan.

“Di jalur Padang-Payakumbuh ada 25 titik kemacetan. Yakni Padang Pariaman lima titik, Padang Panjang tiga titik, Tanah Datar enam titik, Agam enam titik, dan Limapuluh Kota dua titik. Sementara di Bukitinggi saat lebaran akan mengalami kemacetan di seluruh titik,” terangnya.

Di Kabupaten Solok, titik rawan macet berada di kawasan Dermaga Danau Singkarak. Sementara di Kota Solok di Simpang Salayo.

“Untuk antisipasi kemacetan, pada jalur Padang-Bukittinggi (naik) akan dilaksanakan uji coba sistem one way pada Sabtu depan (8/4) pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sedangkan arus dari Bukittinggi menuju Padang (turun) dialihkan melalui Malalak. Mudah-mudahan ujoicoba ini sukses sehingga bisa secara signifikan mengurai kemacetan,” ujarnya. (fai)

Jangan Lewatkan