PESISIR SELATAN, KP — Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal penyakit kantung empedu mendorong RSUD Dr. Muhammad Zein Painan untuk turun tangan. Pihak rumah sakit mengadakan penyuluhan kesehatan khusus di Ruang Pendaftaran Poliklinik guna meningkatkan literasi publik tentang penyakit yang kasusnya masih sering ditemui di fasilitas kesehatan tersebut.
Penyuluhan yang mengangkat tema ‘Penyakit Kantung Empedu: Kenali Gejala dan Pencegahannya’ ini dipandu oleh dokter magang angkatan 2025 di bawah bimbingan dr. Andriyan Sulin.
Dalam materinya, dr. Andriyan Sulin menjelaskan bahwa batu empedu terbentuk akibat pengendapan kolesterol atau bilirubin dalam kantung empedu, yang fungsinya adalah menyimpan cairan empedu untuk mencerna lemak. Gejala yang sering muncul berupa nyeri perut kanan atas setelah makan, mual, muntah, hingga nyeri yang menjalar ke bahu dan punggung.
Ia juga memaparkan faktor-faktor risiko pembentukan batu empedu. Faktor tersebut meliputi pola makan tinggi lemak, obesitas, usia di atas 40 tahun, riwayat keluarga, dan tingginya risiko pada perempuan. Selain itu, gaya hidup sedentari atau kurangnya aktivitas fisik juga disebut sebagai pemicu yang tidak boleh diabaikan.
Sebagai langkah pencegahan, peserta diberikan panduan untuk mengatur pola makan gizi seimbang, menjaga berat badan ideal, mencukupi kebutuhan cairan, dan rutin beraktivitas fisik. Tim dokter menekankan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan harian dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan risiko.
Plt. Direktur RSUD Dr. Muhammad Zein Painan, dr. Dona Hamrita, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai program edukatif seperti ini sangat krusial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. (don)