LIMAPULUH KOTA, KP – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2024 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tanjung Pati berlangsung penuh haru.
Tidak hanya orang tua, pegawai LPKA, tamu undangan, serta Kepala LAPAS se-Sumbar yang hadir juga tidak dapat menahan tangis saat puluhan anak binaan duduk di hadapan orang tua mereka masing-masing untuk mencuci kaki orang yang telah melahirkan dan membesarkan mereka.
Selain menggelar berbagai kegiatan dalam peringatan HAN, pihak LPKA juga menyelenggarakan penampilan bakat anak binaan serta kegiatan rutin membasuh kaki kedua orang tua anak binaan. Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Divisi Permasyarakatan (KADIVPAS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Dwi Nastiti.
Dwi Nastiti berpesan agar seluruh pihak membantu agar anak binaan setelah selesai menjalani pembinaan dapat kembali ke tengah masyarakat dan tidak mengulangi kesalahan mereka.
“Kita berpesan kepada Kepala LPKA, orang tua, dan masyarakat untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya, sehingga anak binaan bisa menjadi berkualitas dan ketika kembali ke masyarakat bisa menjadi manusia seutuhnya,” ujar Dwi Nastiti, didampingi Kepala LPKA Tanjung Pati, Sahduriman di Aula LPKA Kelas II B Tanjung Pati dalam peringatan HAN 2024, Selasa (23/7).
Ia juga menambahkan agar anak binaan terus diberikan kasih sayang dan motivasi. Sehingga setelah selesai menjalani pembinaan mereka tidak kembali lagi ke sini (LPKA) untuk menjalani pembinaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala LPKA Tanjung Pati, Sahduriman, menyebutkan bahwa saat ini di LPKA terdapat 66 anak binaan dan 20 wanita dewasa. “Saat ini jumlah penghuni di LPKA Tanjung Pati mencapai 86 orang, terdiri dari 66 anak binaan dan 20 wanita dewasa. Kami terus berupaya memberikan berbagai pembekalan dan pembinaan kepada anak selama mereka berada di sini, tidak hanya bekal keterampilan tetapi juga pendidikan,” ucap Sahduriman, didampingi Kasi Registrasi Agusman dan Humas LPKA Hendri.
Sahduriman menambahkan bahwa dengan bekal yang diberikan, diharapkan anak binaan setelah selesai menjalani pembinaan dapat kembali hidup di tengah masyarakat. “Dengan bekal keterampilan, pendidikan, pengetahuan umum, dan ilmu agama, kami berharap mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan mereka,” tutupnya.
Dalam peringatan HAN 2024, sejumlah anak binaan menerima remisi mulai dari 1 hingga 3 bulan, dan bahkan ada 2 orang yang langsung bebas. (dst)