Basarnas Hentikan Pencarian Terhadap Korban Diterkam Buaya

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos Pasaman, saat melakukan pencarian korban diterkam buaya di Batang Rosak, Jorong Sikabau, Nagari Ranah Koto Tinggi, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.

PASAMAN BARAT, KP – Pencarian terhadap Sukriadi (56 tahun), warga Muara Simpang, Nagari Koto Sawah, yang diduga diterkam buaya saat mencari ikan di Batang Rosak, Jorong Sikabau, resmi dihentikan oleh Basarnas Pos Pasaman, Jumat (2/5).

“Pencarian telah ditutup hari ini (kemarin – red). Namun, pemantauan tetap kami lakukan,” kata Koordinator Basarnas Pos Pasaman, Novi Yurandi, di Simpang Empat.

Sukriadi dilaporkan hilang sejak Sabtu malam (26/4). Selama lima hari pencarian, tim gabungan yang menggunakan perahu karet, drone thermal, serta empat perahu nelayan setempat, hanya berhasil menemukan potongan kaki kanan korban sejauh 2,3 kilometer dari titik awal serangan.

“Potongan tubuh korban sudah dimakamkan oleh keluarga,” ujarnya. Meski SOP memperbolehkan pencarian hingga tujuh hari, keputusan penghentian diambil melalui musyawarah bersama keluarga dan pihak terkait.

Pencarian turut melibatkan penyelam lokal dan unsur kearifan lokal masyarakat setempat. Basarnas menyatakan siap kembali turun jika ditemukan tanda-tanda lain atau masyarakat membutuhkan bantuan lanjutan.

Korban diketahui mencari ikan di Batang Rosak saat kejadian. Lokasi tersebut merupakan habitat buaya yang beberapa kali memicu konflik dengan warga. (ant)

 

Related posts

Sumatera ‘Black Out’

Penggerebekan Kafe di Pasbar Ricuh, Enam LC Diamankan

Tanggul Baru Jebol, 25 Hektare Sawah di Kuranji Kembali Terendam