PADANG, KP — Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa penyelamatan sektor perekonomian kerakyatan harus menjadi fokus utama dalam proses pemulihan pascabencana. Ia mengingatkan potensi munculnya kelompok miskin baru apabila intervensi ekonomi tidak segera dilakukan secara sinergis oleh pemerintah pusat dan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Maigus Nasir saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar secara daring dari Gedung Bapenda Kota Padang, Jumat (9/1). Rakor dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Sumatera Barat, serta diikuti pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor akhir November lalu.
Maigus Nasir memaparkan, Kota Padang mengalami kerusakan serius pada infrastruktur pertanian. Sekitar 4.000 hektare lahan pertanian tidak dapat digarap akibat sistem irigasi yang rusak total.
“Irigasi adalah urat nadi petani. Jika tidak segera diperbaiki, ribuan petani akan kehilangan mata pencaharian. Karena itu, perbaikan irigasi harus menjadi prioritas utama untuk menjaga ketahanan ekonomi warga,” tegasnya.
Selain sektor pertanian, ia juga menyoroti kondisi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kehilangan aset maupun tempat usaha. Saat ini, Pemerintah Kota Padang tengah melakukan pendataan intensif sebagai dasar pengusulan bantuan permodalan ke pemerintah pusat. “Kami ingin memastikan pelaku UMKM yang terdampak mendapatkan suntikan modal agar roda ekonomi bisa kembali berputar,” ujarnya.
Maigus Nasir menambahkan, pemulihan ekonomi juga terhambat akibat rusaknya sembilan jembatan dan dua ruas jalan kota yang putus total. Kerusakan tersebut mengganggu distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Pemasangan jembatan darurat Bailey dinilai sulit dilakukan karena bentang sungai yang lebar, sehingga dibutuhkan solusi jembatan permanen dari pemerintah pusat.
Di sektor pendidikan, satu gedung sekolah dasar, yakni SDN 49 Koto Tangah, dilaporkan hanyut akibat bencana. Proses belajar mengajar sementara dilaksanakan dengan menumpang di gedung Puskesmas Pembantu. Akses menuju SMPN 44 juga masih terkendala.
Sementara di bidang pendidikan keagamaan, dua madrasah atau pesantren terdampak bencana. Satu bangunan mengalami kerusakan hingga 80 persen, sementara satu lainnya kehilangan beberapa ruang kelas, meskipun kegiatan belajar mengajar masih tetap berlangsung.
Pada sektor transportasi, Maigus Nasir menegaskan sebagian besar kerusakan terjadi pada jalan kota. Jalan nasional masih dapat dilalui, sedangkan jalan provinsi dilaporkan dalam kondisi aman. (red)