PADANG, KP — Semen Padang FC gagal memperbaiki posisi setelah dipaksa menyerah dengan skor telak 1-5 dari Madura United pada laga tunda pekan kedelapan Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu malam (28/12). Kekalahan memilukan ini membuat tim berjuluk ‘Kabau Sirah’ ini tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 10 poin, terpaut dua angka dari PSBS Biak yang menghuni zona aman terakhir.
‘Laskar Sappe Kerab’ langsung menggebrak lewat gol cepat Lulinha pada menit kelima yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan tim tamu. Keunggulan tuan rumah bertambah menjadi 2-0 sebelum turun minum setelah Jorge Mendonca memenangi duel udara hasil skema sepak pojok. Meski intensitas serangan ditingkatkan, skuad SPFC asuhan Dejan Antonic gagal mencetak gol balasan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, dominasi Madura United kian tak terbendung setelah Jordy Wehrmann mencetak gol ketiga pada menit awal. Semen Padang sebenarnya sempat memberikan perlawanan melalui gol Cornelius Stewart yang memanfaatkan kemelut di depan gawang, namun harapan itu sirna setelah eksekusi penalti Mario Balotelli dan gol spektakuler jarak jauh Lulinha mengunci kemenangan telak 5-1 untuk tuan rumah.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengaku kecewa berat atas performa skuatnya yang dinilai merosot tajam dibandingkan saat mengalahkan Persija Jakarta pekan lalu. Pelatih asal Serbia itu mengungkapkan bahwa absennya tiga pemain kunci, yakni Rui Rampa yang cedera serta Amrizal Umanailo dan Muhammad Ridwan yang jatuh sakit secara mendadak, menjadi faktor utama rapuhnya performa tim di Pamekasan.
“Skor 1-5 ini terlalu besar bagi kami. Sebenarnya ada beberapa peluang emas yang bisa mengubah keadaan, namun terbuang sia-sia. Performa kami hari ini jauh di bawah standar saat melawan Persija,” ujar Dejan usai pertandingan.
Kekalahan ini memaksa manajemen dan tim teknis bekerja ekstra keras mengingat jadwal padat yang telah menanti di depan mata. Kabau Sirah tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi hasil buruk ini karena harus segera bertolak ke Yogyakarta untuk menghadapi tim promosi PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-16 yang dijadwalkan berlangsung Minggu (4/1/2026) mendatang.
Dejan berharap para pemainnya dapat segera memulihkan kondisi mental dan fisik guna mengamankan poin di laga tandang berikutnya. Perjuangan keluar dari zona degradasi dipastikan akan semakin terjal jika Irsyad Maulana dan kawan-kawan tidak segera menemukan konsistensi permainan dalam sisa kompetisi musim ini. (ril)