Home » Unes Buka Program Doktoral Ilmu Hukum

Unes Buka Program Doktoral Ilmu Hukum

Redaksi
2 menit baca

PADANG, KP – Universitas Ekasakti (UNES) segera membuka Program Doktoral Ilmu Hukum (S3) bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) Padang.

Hal itu disampaikan Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin di ruang kerjanya, Lantai II Gedung Rektorat Universitas, Selasa (9/7).

Menurutnya, untuk membuka program S3 sesuai ketentuan Dirjen Dikti, Unes harus memiliki minimal 2 Guru Besar dan 3 Lektor Kepala.

Saat ini, Unes telah memiliki 3 Lektor Kepala, yaitu Dr. Otong Rosadi, S.H, M.Hum, Dr. Fitriati, S.H, M.H, dan Dr. Iyah Faniyah, S.H, M.Hum. Untuk memenuhi kebutuhan 2 Guru Besar, Unes akan menjalin kerjasama dengan Universitas Andalas, dengan ijazah yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Hukum Unand dan Rektor Unand, serta pengelolaannya di Universitas Ekasakti.

Rektor menegaskan bahwa persetujuan dari Dirjen Dikti sangat diperlukan sebelum Unes dapat menerima mahasiswa baru untuk Program Doktoral ini.

Selain itu, Fakultas Hukum Unes juga menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Cabang Padang untuk menyelenggarakan program khusus bagi calon advokat.

Program ini merupakan pendidikan profesi advokat yang menekankan pada praktik dibanding teori, sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 20 tahun 2003.
Para pesertanya, yang harus memiliki latar belakang hukum, akan dilatih dalam berbagai kompetensi seperti pengetahuan hukum yang komprehensif, keterampilan praktik hukum yang relevan dengan kasus-kasus aktual, serta integritas kepribadian yang tinggi.

Rektor juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini telah dilaksanakan pendidikan khusus profesi advokat dengan melibatkan dosen dari Fakultas Hukum Unes sebagai narasumber, di Hotel Rangkayo Basa. Pendekatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga mendapatkan pengakuan masyarakat sebagai pengacara yang profesional dan berintegritas.

Rektor berharap agar para peserta mengikuti pendidikan ini dengan serius, karena yang dinilai bukan hanya kelulusan formal, tetapi kemampuan mereka dalam praktik nyata sebagai pengacara yang dapat memenuhi kepuasan klien dan berkontribusi positif dalam masyarakat. (mas)

 

 

 

Jangan Lewatkan