Home » Padang ‘Membara’ Selama Februari 2026

Padang ‘Membara’ Selama Februari 2026

Satu Rumah di Padang Besi Ludes Terbakar, Seorang Warga Terluka

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP – Kebakaran dahsyat kembali terjadi di Kota Padang. Kali ini si jago merah menghanguskan satu unit rumah permanen dan satu unit mobil, di Jalan Sawah Belimbing, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa pagi (10/2). Peristiwa ini mengakibatkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp500 juta serta menyebabkan satu orang warga mengalami luka bakar.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menerima laporan musibah tersebut pada pukul 06.18 WIB. Objek yang terbakar mencakup bangunan rumah milik Juwita Pertiwi (33 tahun) yang juga difungsikan sebagai warung. Api dengan cepat menjalar dan menghanguskan area seluas 100 meter persegi beserta isinya sebelum berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 07.09 WIB.

Seorang pria bernama Riki (37 tahun) dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian lengan kanan saat berupaya menyelamatkan harta benda. Meski mengalami luka, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Akibat seluruh bangunan ludes dilalap api, sebanyak lima orang penghuni rumah kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Saya awalnya melihat percikan api dari arah samping rumah sebelum kebakaran membesar dan segera dilaporkan ke petugas,” ujar Mukhafadri (61 tahun), salah seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

Kasi Operasional Dinas Damkar Kota Padang, Sutopo mengatakan, sebanyak lima armada Damkar Kota Padang dikerahkan ke lokasi, ditambah dua armada bantuan dari Damkar Semen Padang, dengan total personel gabungan 70 orang dibantu unsur PMI. Perugas sempat mengalami kendala akibat akses jalan menuju lokasi yang sempit serta banyaknya kerumunan warga di sekitar tempat kejadian.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Catatan Merah di Kota Bingkuang Selama Februari

Dalam beberapa  hari terakhir, Kota Padang dihadapkan pada serangkaian musibah kebakaran yang cukup beruntun, mulai dari kawasan pemukiman padat hingga fasilitas pendidikan dan pergudangan komersial. Berdasarkan data yang dihimpun, hanya dalam kurun waktu sepuluh hari pertama bulan ini, Kota Padang telah mencatat setidaknya empat insiden besar yang tersebar di beberapa kecamatan.

Faktor cuaca serta masalah klasik instalasi kelistrikan ditengarai menjadi pemicu utama yang mengakibatkan kerugian materiil mencapai miliaran rupiah, sekaligus memberikan peringatan keras bagi warga kota akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap potensi amukan ‘si jago merah’.

Gelombang kebakaran bulan ini diawali pada Senin (2/2), di mana sebuah gudang penyimpanan di Kecamatan Kuranji dilalap api. Meski tidak ada korban jiwa, insiden yang diduga akibat korsleting listrik ini sempat memicu kepanikan luar biasa di tengah pemukiman warga. Petugas Pemadam Kebakaran harus bekerja ekstra cepat untuk memastikan api tidak merembet ke bangunan sekitar yang letaknya sangat berdekatan.

Puncak eskalasi terjadi pada Jumat (6/2), yang dapat digambarkan sebagai salah satu hari tersibuk bagi Dinas Pemadam Kebakaran Padang. Dalam satu hari, terjadi dua kebakaran besar di lokasi yang berbeda. Di Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, api mengamuk dan menghanguskan bangunan SDN 05 Surau Gadang serta beberapa rumah kontrakan. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar dan aktivitas belajar mengajar pun terganggu.

Hampir bersamaan, petugas juga harus membagi kekuatan ke Kecamatan Padang Selatan untuk menjinakkan api yang membakar Gudang Furniture Bigland di Jalan Sutan Syahrir. Beruntung, melalui aksi heroik petugas, aset senilai Rp1 miliar berhasil diselamatkan meskipun kerugian gudang tetap tidak terhindarkan.

Sehari berselang, tiga unit kapal cepat (speed boat) yang sedang bersandar di Pelabuhan Muaro Padang ludes terbakar pada Sabtu pagi (7/2), sekitar pukul 10.15 WIB. Api pertama kali muncul dari salah satu kapal sebelum akhirnya merembet ke dua kapal lainnya. Ketiga kapal yang terbakar tersebut diketahui milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mayor Doni, dan Heru Farta. Petugas berhasil mengendalikan situasi tanpa ada laporan korban jiwa maupun luka-luka, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Hanya berselang dua jam kemudian di hari yang sama, kebakaran menghanguskan bagian atap serta plafon rumah dan warung milik Asman (60 tahun), di Kecamatan Kuranji. Musibah ini berdampak pada 15 jiwa dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Terbaru, pada Selasa (10/2) kebakaran menghanguskan satu unit rumah permanen dan warung P&D milik warga, di Kelurahan Padang Basi, Kecamatan Lubuk Kilangan. Insiden ini mengakibatkan seorang warga terluka saat mencoba menyelamatkan barang berharga. Selain bangunan, satu unit mobil Suzuki Escudo turut hangus menjadi kerangka dalam peristiwa yang menelan kerugian sekitar Rp500 juta tersebut.

Secara keseluruhan, sepanjang sepuluh hari pertama Februari, total kerugian materiil di Kota Padang telah menembus angka Rp4 miliar lebih. Rentetan kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih teliti dalam memelihara instalasi listrik rumah tangga dan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi pertama. (ak/*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?