PADANG, KP — Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kali ini, tim dosen dan mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan kursi taman menggunakan teknik jig and fixture kepada anggota Karang Taruna Tunas Harapan di Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin lalu (20/10).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis pemuda setempat agar mampu memproduksi kursi taman secara efisien dan presisi dengan memanfaatkan peralatan manufaktur sederhana. Pelatihan juga menjadi sarana menumbuhkan semangat wirausaha berbasis keterampilan manufaktur.
Ketua tim pengabdian, Alfian mengatakan, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai produktivitas dan kemandirian ekonomi.
“Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menerapkan pengetahuan praktis untuk menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Ini langkah awal menuju wirausaha berbasis keterampilan manufaktur,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/10).
Pelatihan melibatkan sejumlah dosen Jurusan Teknik Mesin PNP, antara lain Ichlas Nur, Junaidi, Mulyadi, Nofriadi, dan Ridwan. Mahasiswa turut berperan aktif dalam kegiatan demonstrasi, pendampingan, serta pembuatan langsung kursi taman di lokasi pelatihan.
Ketua Karang Taruna Tunas Harapan, Ruri Afrianto, menyampaikan apresiasi atas perhatian pihak kampus terhadap masyarakat.
“Kegiatan ini membuka wawasan baru bagi kami. Ilmu dan keterampilan yang diberikan sangat bermanfaat untuk dikembangkan menjadi peluang usaha bagi pemuda di lingkungan kami,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PNP berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin dalam menciptakan program produktif dan berkelanjutan. Kegiatan serupa diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal.
“Pelatihan ini adalah bentuk nyata komitmen PNP untuk hadir di tengah masyarakat, membantu menciptakan peluang ekonomi baru berbasis keterampilan teknik,” tutup Alfian. (ak)