Home » Satu Keluarga Ditemukan Tewas dalam Mobil

Satu Keluarga Ditemukan Tewas dalam Mobil

Redaksi
A+A-
Reset

SOLOK, KP – Hendak berlebaran dan bersilahturahmi ke rumah kerabat di Bungo, Provinsi Jambi, satu keluarga asal Kabupaten Solok ditemukan tewas dalam mobil diduga gara-gara menghirup racun AC mobil.

Kapolres Bungo AKBP Singgih Hermawan menyampaikan, peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Desa Limbur, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, Jumat (12/4) pukul 21.30 WIB. Ia menyebutkan, satu keluarga itu tewas di dalam mobil saat mobil terjebak di jalanan berlumpur.

“Benar, ditemukan empat mayat, berjenis kelamin tiga laki-laki dan satu perempuan, di dalam mobil Xenia di Jalan Dusun Limbur Baru (Sp5), Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo,” kata Singgih, Sabtu (13/4).

Adapun identitas korban yakni pasangan suami istri Marsial (54 tahun) dan Nuryanti Lisma (53 tahun) serta dua anaknya Vanggi (15 tahun) dan Fattan Azizat (9 tahun).

AKBP Singgih menerangkan, satu keluarga itu berangkat dari Alahan Panjang sekira pukul 13.00 WIB untuk bersilaturahmi di Limbur Lubuk Mengkuang.

“Pada pukul 18.00 WIB, korban sempat memberitahu saudaranya bahwa mobil mereka terperosok di jalanan berlumpur,” ujarnya.

Kemudian adik ipar korban bernama Wadi Sepentri pergi menyusul korban dan menemukan mobil korban terjebak di dalam lubang dalam keadaan mesin masih menyala.

“Lubang knalpot mobil terendam air dan kaca depan mobil dalam keadaan tertutup dan kaca belakang mobil terbuka sekitar 5 cm,” terangnya.

Adik korban langsung membuka pintu sebelah kiri dan melihat korban sudah tidak bergerak. Ia lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Limbur Lubuk Mengkuang. Keempat korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS H Hanafie Muara Bungo.

AKBP Singgih menambahkan, para korban diduga menghirup gas beracun dari saluran AC yang tersumbat. “Dugaan sementara korban terhidup gas beracun di dalam mobil tersebut akibat dari saluran AC yang tersumbat atau bocor. Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah korban dibawa keluarganya menuju rumah duka di Kabupaten Solok untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, keracunan gas Carbon Monoksida (CO) bisa terjadi saat pengendara berdiam di dalam mobil berhenti dan saat bersamaan AC dan mesin mobil dinyalakan. Gas CO merupakan salah satu hasil pembakaran mesin mobil yang dibuang melalui saluran knalpot.

Gas CO tidak terlihat oleh mata dan tidak meninggalkan bau. Sehingga, gejala keracunan gas ini sulit disadari, seperti badan lemas, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, dan sakit pada dada. Jika kadarnya sudah tinggi bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian yang cepat. Karena ciri-cirinya tersamarkan, akan sulit mencari pertolongan karena badan terlalu lemas, bahkan untuk sekadar membuka pintu mobil. (ski/dtc)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?