LIMAPULUH KOTA, KP — Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Limapuluh Kota, Ahmad Zakri, menekankan pentingnya deteksi dini dan menjaga pola hidup sehat sejak dini dalam mencegah penyakit diabetes. Ia menyoroti peran penting PKK dalam menjaga pola hidup sehat di keluarga dan mendorong masyarakat lebih waspada terhadap diabetes, mengingat penyakit ini sering berkembang tanpa gejala awal yang jelas.
“Pendidikan dan kesadaran kesehatan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga, dan kemudian disosialisasikan ke masyarakat di tingkat kecamatan hingga nagari,” ujar Ahmad Zakri saat membuka sosialisasi prediabetes bagi anggota PKK dari kabupaten, kecamatan, hingga nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (3/10) di Hotel Mangkuto.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya diabetes serta pencegahan, pengendalian, dan tata laksana diet bagi para penderita. Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Juwita Ahmad Zakri, Kepala Dinas Kesehatan Yulia Masna, serta Ketua TP PKK dari 13 kecamatan di Limapuluh Kota.
Ahmad Zakri juga menekankan pentingnya seminar ini sebagai peluang untuk menyebarluaskan informasi mengenai pola hidup sehat dan deteksi dini dalam pencegahan diabetes. Ia berharap melalui kegiatan ini, kesadaran kesehatan masyarakat di Limapuluh Kota akan meningkat, sehingga angka penderita diabetes dapat ditekan.
“Setelah sosialisasi ini, diharapkan para kader PKK menjadi agen informasi untuk menyebarkan pengetahuan dan praktik baik dalam mencegah diabetes,” tuturnya.
Sementara, Ketua TP PKK Limapuluh Kota, Juwita Ahmad Zakri, menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar ketiga di dunia setelah China dan Amerika Serikat, dengan 29,1 juta penduduk yang terdampak. Hal ini, menurutnya, dapat menjadi penghambat dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Saat ini, anak-anak cenderung mengonsumsi jajanan tinggi gula, ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik di kalangan generasi muda. Kami mengajak seluruh kader PKK untuk menyampaikan informasi tentang pentingnya pencegahan diabetes kepada keluarga,” ungkap Juwita.
Ia berharap sosialisasi ini dapat memberikan edukasi bagi anggota TP PKK dan menyebarkan informasi penting ini hingga ke masyarakat di kecamatan dan nagari. (dst)
