PAINAN, KP – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menaruh perhatian serius terhadap pelestarian dan pengembangan dua plasma nutfah unggulan daerah, yakni Jawi Pasisia dan Itik Bayang. Keduanya dinilai memiliki potensi besar sebagai komoditas peternakan berbasis kearifan lokal.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menyatakan bahwa Jawi Pasisia memiliki karakteristik khas yang layak dijadikan ternak ruminansia unggulan daerah. Hingga kini, ternak lokal tersebut belum tersentuh pengembangan berbasis bioteknologi modern.
“Jawi Pasisia ini sangat potensial dan akan kita kembangkan ke depannya. Kita akan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) agar bisa dijadikan ternak ikonik Pesisir Selatan,” ujar Hendrajoni di Painan, Jumat (11/4).
Selain Jawi Pasisia, Itik Bayang juga menjadi perhatian. Ternak unggas khas dari Kecamatan Bayang ini dikenal memiliki produktivitas telur tinggi serta warna telur hijau yang lebih menarik dibanding itik lainnya.
“Itik Bayang telurnya lebih lebat dan warnanya lebih menarik. Ini tentu menjadi daya tarik khusus dan berpotensi besar untuk dikembangkan secara ekonomi,” ungkap Hendrajoni.
Ia menjelaskan bahwa meski keberadaan kedua plasma nutfah ini sudah dikenal masyarakat, namun belum mendapat dukungan teknologi peternakan modern secara optimal.
“Potensi keduanya sudah tersohor, tapi belum mendapat sentuhan teknologi. Ini yang akan kita dorong agar masuk dalam sistem peternakan berbasis sains,” katanya.
Untuk itu, Hendrajoni meminta OPD terkait, khususnya Dinas Pertanian, segera melakukan kajian teknis mendalam. Kajian ini diharapkan melibatkan perguruan tinggi dan balai penelitian peternakan. “Langkah awal adalah pengkajian teknis. Kita ingin pemuliaan ternak dilakukan secara ilmiah agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan pengembangan yang tepat, Pemkab Pesisir Selatan optimistis Jawi Pasisia dan Itik Bayang tidak hanya menjadi ikon daerah, tetapi juga menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat lokal. (mas)
