PARIAMAN, KP – Ratusan tenaga honorer yang terdiri dari operator sekolah, penjaga sekolah, sopir, tenaga kesehatan, dan guru mendatangi Gedung DPRD Padang Pariaman, Selasa siang (15/7). Mereka menyampaikan aspirasi agar diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Salah seorang peserta aksi, Mahasardi yang bekerja sebagai penjaga sekolah, menyatakan keinginannya datang ke DPRD karena merasa tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah terhadap nasib mereka.
“Sudah puluhan tahun kami mengabdi di sekolah, tapi tidak ada perhatian dari pemerintah. Kami ingin diangkat jadi PPPK,” ujarnya.
Mahasardi juga mengungkapkan bahwa sebagian dari mereka telah mengikuti seleksi PPPK, namun gagal karena alasan formasi tidak tersedia.
“Pertanyaannya, kenapa kami diminta ikut tes kalau akhirnya kami semua tidak terdata di BKN dan hanya dinyatakan R4?” katanya.
Ia menambahkan, aksi ini bukan hanya diikuti oleh penjaga sekolah, tetapi juga oleh operator sekolah, guru, dan tenaga kesehatan dari berbagai kecamatan di Padang Pariaman.
“Penjaga sekolah saja jumlahnya sekitar 500 orang. Di Kecamatan Sungai Geringging ada 30 sekolah, kalikan 17 kecamatan, belum termasuk operator di setiap sekolah,” jelasnya.
Mahasardi menyebut dirinya telah bekerja selama 16 tahun sebagai penjaga sekolah dengan SK dari kepala sekolah dan Dinas Pendidikan. Namun, baru kali ini diminta mengikuti tes.
“Saudara saya dulu diangkat jadi PNS tanpa tes. Sekarang malah diminta tes tapi hasilnya tidak ada kejelasan,” ungkapnya. (wrm)
