PASAMAN, KP – Tergerak oleh kondisi masyarakat yang terisolasi, Kapolsek Dua Koto, Ipda Antoni Hasibuan menginisiasi pembangunan jembatan darurat di atas aliran Sungai Batang Pasaman. Jembatan ini menjadi satu-satunya akses bagi warga Sinuangon dan Batang Kundur, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, setelah jembatan permanen rubuh.
Jembatan yang menjadi urat nadi akses bagi sekitar 150 keluarga di Kejorongan Sinuangon dan Batang Kundur itu ambruk Jumat lalu (1/8), pasca-hujan lebat melanda daerah tersebut. Akibatnya, akses transportasi warga terputus total. Kondisi ini sempat viral di media sosial setelah seorang bidan, Dona Lubis, nekat menyeberangi derasnya sungai demi mengobati pasiennya.
Mendengar laporan tersebut, Kapolsek Antoni Hasibuan bersama anggotanya segera berkoordinasi dengan pimpinan di Polres Pasaman sebelum menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong.
“Jembatan ini harus segera dibangun kembali, tidak ada jalan lain bagi warga Sinuangon dan Batang Kundur, termasuk bagi anak-anak yang hendak pergi dan pulang sekolah,” ujarnya, Jumat (8/8).
Proses pembangunan dimulai dengan mengumpulkan bahan baku dari kayu yang ada di sekitar lokasi selama dua hari. Dengan dukungan bahan pabrikan seperti paku dan besi dari toko lokal, pengerjaan fisik jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 1 meter itu berhasil diselesaikan hanya dalam satu hari.
Kapolsek Antoni berharap, meskipun jembatan darurat telah menjadi solusi sementara, pemerintah daerah dapat segera membangun jembatan permanen. Hal ini penting agar masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman, mengingat derasnya arus Sungai Batang Pasaman. (nst)
