PADANG, KP – Sekitar 200 kepala keluarga di RW 002 Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, mengeluhkan pasokan air PDAM yang mati selama lebih dari lima bulan tanpa kepastian solusi.
Ketua RW 002, Nanda Osran, mengatakan mayoritas warga terdampak, bahkan lebih dari separuh mengalami mati air total.
“Sudah sekitar lima bulan air tidak mengalir. Ini terjadi bahkan sebelum musibah di Kuranji atau Batu Busuk,” ujarnya, Selasa (7/4) dilansir dari Katasumbar.com.
Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa mencari sumber air alternatif, mulai dari membeli air galon, memanfaatkan sumur tetangga, hingga menggunakan fasilitas di luar rumah untuk kebutuhan mandi dan sanitasi.
Meski tidak menikmati layanan, warga mengaku tetap dibebani tagihan air setiap bulan. “Air tidak ada, tapi tagihan tetap kami bayar. Kami butuh solusi nyata,” tegas Nanda.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Adra, yang mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air. “Untuk mandi saja saya beli delapan galon per hari, habis sekitar Rp48 ribu. Itu belum termasuk untuk mencuci,” katanya.
Ia juga tetap membayar tagihan bulanan sekitar Rp100 ribu, meski tidak mengetahui rincian penggunaan air.
Sementara itu, Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengaku baru mengetahui kondisi tersebut dan menyatakan akan segera melakukan pengecekan.
“Kami akan cek ke lapangan. Kawasan Ujung Gurun sebenarnya masuk daerah boosterpump yang jarang mengalami gangguan, kecuali ada masalah teknis seperti listrik atau jaringan,” ujarnya.
Hingga kini, warga berharap ada langkah konkret dari Perumda AM maupun Pemerintah Kota Padang untuk memulihkan layanan air yang menjadi kebutuhan dasar tersebut. (ksc)
