Home » “Sahabat Karib” Menakutkan

“Sahabat Karib” Menakutkan

Redaksi
A+A-
Reset
Okta Farhan Syahendra

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Prodi Tadris Fisika

Alumni SLC 2024

syahendraoktafarhan@gmail.com

Fisika seringkali menjadi momok menakutkan di kalangan gen z. Setiap mendengar kata “makhluk” satu itu, mereka sering kali bereaksi seolah-olah akan diterkam habis olehnya. Tak dapat dipahami apa sebenarnya yang membuat sosok satu ini menjadi sebegitu menakutkan. Lantas, apakah benar Fisika semenyeramkan itu?

Tren baru-baru ini dalam dunia pendidikan, khususnya bidang sains, mengeintegrasikan kultur sekitar dengan materi yang dipelajari. Tren ini dikenal dengan Etno-sains. Etnosains didefenisikan sebagai pengetahuan yang berasal dari kebudayaan masyarakat dan mampu menjadikanya sebuah dasar untuk mengkaji pengetahuan ilmiah. Kultural ini bisa dari berbagai aspek seperti makanan, minuman, permainan, atau hal lainnya yang menjadi khas dari suatu budaya tersebut.

Dalam kesempatan ini, yang menjadi titik bahasan etnosains adalah permainan tradisional Sagun. Permainan Sagun merupakan permainan yang dimainkan bersama-sama menggunakan media kayu sebagai alat utama dalam bermain. Sagun sendiri merupakan sebutan untuk kayu-kayu yang dibuat seperti api unggun ( kayu Sa-ung- gun). Sagun inilah yang menjadi sasaran dalam bermain. Sagun akan dilempari dengan kayu sampai roboh. Terdapat dua macam kayu yang digunakan dalam permainan yaitu Kayu Pendek atau “anak” yang berukuran 3 x 10 cm dan kayu Panjang sebagai tongkat pemukul sagun  yang berukuran 3 x 40 cm. kayu ini akan dimiliki satu untuk setiap pemain. Permainan ini mengandung nilai luhur sportifitas dan ketangkasan.

Bukan pembahasan sagun yang menjadi primadona disini. Namun, menyadari pengetahuan ilmiah yang terkandung didalamnya. Fisika yang menakutkan, sebenarnya selalu terkait dengan apapun kegiatan disekitar kita. Dalam permainan sagun ini contohnya, hukum I newton dan Gerak parabola menjadi “si dekat” yang terabaikan.

Ketika bermain, berdirinya sagun secara seimbang merupakan contoh salah satu penerapan hukum I Newton. Tanpa adanya pengaruh gaya dari luar, kayu Sagun akan tetap berdiri kokoh. Begitupun dengan gerak parabola, diterapkan ketika kayu panjang dilemparkan untuk mengenai sagun. Hal-hal semacam ini tentunya sangat dekat dan selalu kita terapkan.

Mengenai pembahasan yang telah dipaparkan, tentunya dapat kita pahami bahwa fisika sebenarnya tidak semenakutkan itu. Fisika setiap saat menjadi “sahabat karib” yang menemani kita dalam berbagai aktivitas kehidupan. Physics is fun!

Sumber yang digunakan:

Handayani, Faradilla (2022). PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN FISIKA PADA PERMAINAN TRADISIONAL PATOK LELE DAN GOBAK SODOR BERKONTEKS ETNOSAINS. Jambi. Universitas Jambi.

Wulansari, Nur Iva dan Setyo Admoko. (2021). Eksplorasi Konsep Fisika pada Tari Dhadak Merak Reog Ponorogo. PENDIPA: Jurnal of Science Education, Vol. 5  No. 2, 147-159.

Dani, R., Jufrida, Fibrika Rahmat Basuki, dan Farradilla Handayani. (2022). Pengembangan buku Pengayaan Fisika Berkonteks EtnoSains Pada Permainan Patok Lele dan Gobak Sodor, Physics and Science Education Journal (PSEJ), Vol. 2 Nomor 2,  102-109.

Permata-Nusantara.blogspot.com, 10 Maret 2009. Permainan Bataweh (Kalimantan Selatan). Diakses pada 04 April 2024, dari http://permata-nusantara.blogspot.com/2009/03/permainan-batewah-kalimantan-selatan.html

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?