UNP Bantu Pengembangan Desa Wisata Nyarai Menuju ‘ASEAN Community Based Tourism’

UNP melalui Fakultas Pariwisata dan Perhotelan mengadakan pelatihan dan pembuatan signage untuk Desa Wisata Nyarai menuju ASEAN Community Based Tourism.

Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Fakultas Pariwisata dan Perhotelan bersungguh-sungguh dalam membantu pengembangan sektor pariwisata di Nagari Salibutan Lubuk Alung yakni Desa Wisata Nyarai. Desa yang sebelumnya pernah memperoleh juara harapan kategori daya tarik pengunjung pada ADWI 2023, saat ini memiliki target menjadi ASEAN Community Based Tourism.

Feri Ferdian, S.ST., M.M., Ph.D., CHE selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat yang beranggotakan Hijriantomi Suyuthie, SIP., M.M; Vanica Serly, S.E., M.Si; Youmil Abrian, SE.,M.M; Ayu Wirdawati, S. Hum; Fajar Sidik dan Rahma Risa Asri mengatakan, pihaknya konsisten melakukan pemberdayaan terhadap nagari binaannya, berharap target menjadi ASEAN Community Based Tourism dapat segera terealisasi.

“Pengabdian ini adalah tahun ke-2 yang merupakan aktualisasi lanjutan dalam tahap realisasi target ASEAN Community Based Tourism dengan memberikan pelatihan peningkatan kualitas layanan kepemanduan melalui pelatihan bahasa asing, serta pelatihan layanan akomodasi yang bersih dan nyaman,” tuturnya saat memberikan kata sambutan pada acara pembukaan yang dihadiri oleh Wali Nagari Salibutan, Ketua Pokdarwis Nyarai, narasumber dan para peserta pelatihan, baru-baru ini.

Feri Ferdian menjelaskan, fokus permasalahan yang dilakukan masih merujuk pada dua aspek yaitu pada aspek pariwisata dan ekonomi. Namun lanjutan penguatan dari tahun pertama.

“Kegiatan pengabdian ini merupakan hilirasi dari beberapa kegiatan yang sudah dilakukan oleh tim pengabdi sejak tahun 2021 dalam penguatan-penguatan aktivitas kepariwisataan di desa wisata Nyarai,” tegasnya.

UNP melalui Fakultas Pariwisata dan Perhotelan mengadakan pelatihan dan pembuatan signage untuk Desa Wisata Nyarai menuju ASEAN Community Based Tourism.

Sementara, Wali nagari Salibutan Jahidir, didampingi Ketua Pokdarwis Nyarai Ritno Kurniawan menyambut baik kehadiran Tim dari Universitas Negeri Padang tersebut.

“Kehadiran Tim dari UNP merupakan anugrah bagi kami karena telah memberikan edukasi dengan tulus ikhlas dan membuka cakrawala pengetahuan para pemandu wisata dan pemilik homestay disini” ungkap Jahidir saat memberikan kata sambutan.

Dalam kesempatan yang sama, Ritno Kurniawan selaku Ketua Pokdarwis mengatakan bahwa pelatihan Bahasa Asing khususnya Bahasa Inggris merupakan hal yang telah ditunggu sejak lama. Mengingat banyaknya turis asing yang datang mengunjungi Desa Wisata Nyarai untuk memancing dan menginap, tentu hal ini harus diseimbangkan dengan kemampuan berbahasa inggris yang baik dari para pemandu wisata Nyarai dalam mendampingi wisatawan.

“Desa Wisata Nyarai dikunjungi oleh wisatawan asing dari berbagai negara, diantaranya Malaysia, Jepang, Singapura, Australia, Belanda, Perancis, Inggris, Jerman dan Amerika;, maka dari itu pelatihan Bahasa Asing yang diberikan oleh narasumber pada kesempatan kali ini membuat saya dan para pemandu wisata bersemangat untuk mengikutinya,” tutur Ritno Kurniawan.

Hal tersebut tampak dari antusiasme para pemandu wisata dalam mendengarkan penjelasan materi dan pelaksanaan praktek percakapan Bahasa Inggris yang di pandu langsung oleh Ayu Wirdawati selaku narasumber yang juga merupakan Mahasiswa S2 Pariwisata yang memang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.

UNP melalui Fakultas Pariwisata dan Perhotelan mengadakan pelatihan dan pembuatan signage untuk Desa Wisata Nyarai menuju ASEAN Community Based Tourism.

Pembinaan kali ini fokus pada penguatan kemampuan para pemandu wisata dalam menguasai percakapan Bahasa Inggris melalui pemberian materi dan praktek agar lebih siap dan sigap dalam menerima kunjungan wisatawan asing. Seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan tata cara kepemanduan yang baik serta praktek percakapan bahasa Inggris, diberikan sertifikat pelatihan bahasa inggris bagi pemandu wisata.

Selain itu juga dilaksanakan pelatihan homestay bagi para pemilik homestay di lingkup Desa Wisata Nyarai dalam hal pengelolaan akomodasi yang bersih dan nyaman. Materi disampaikan langsung oleh Naseh Ulwan yang merupakan dosen jurusan perhotelan Universitas Negeri Padang. Narasumber menjelaskan mengenai bagaimana layanan akomodasi selayaknya memiliki standar kebersihan dan kenyamanan sesuai dengan prosedur yang benar, pelatihan dalam penyiapan kamar yang berstandar ASEAN homestay, dan ketercapaian program ini juga diukur melalui pre&posttest pada saat pelatihan agar menghasilkan peningkatan kualitas produk wisata.

Pemasangan signate Selamat Datang Desa Wisata Nyarai Menuju ASEAN Community Based Tourism juga dilaksanakan oleh tim pengabdian Dr. Feri Ferdian atas hasil diskusi kebutuhan dengan pihak Nagari dan Pokdarwis Nyarai. Tujuan dibuatnya signage ini sebagai penanda serta peningkatan brand Desa Wisata Nyarai bagi wisatawan. Signate ini menyerap tenaga surya, sehingga di malam hari lampu penerangan dapat menyala otomatis tanpa perlu disambungkan ke arus listrik. *

Related posts

Catatan: Robeknya Marwah Guru

Bencana Sumatra: Semua Tertimbun Kecuali Solidaritas

Prudensi Keuangan Negara dalam Menjaga Kedaulatan Ekonomi