PARIAMAN, KP – Sebanyak 20 lanjut usia (lansia) di bawah naungan Sekolah Lansia Tangguh Bina Keluarga Lansia Mawar Putih, Desa Batang Tajongkek, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, diwisuda di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (14/11).
Pemindahan toga dan penyerahan sertifikat wisuda dilakukan Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Sadrianto, mewakili Pj Wali Kota Pariaman, bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Lucyanel Arlym.
Sadrianto menyampaikan, apresiasi Pemko Pariaman atas pencapaian Sekolah Lansia Tangguh Mawar Putih dalam mewisuda 20 lansia angkatan pertama, yang rata-rata berusia di atas 60 tahun. “Selama ini lansia sering dianggap rapuh, namun hari ini kita melihat mereka yang tangguh,” ujarnya.
Program ini bertujuan agar lansia tetap mandiri, produktif, dan berdaya saing di usia lanjut. “Usia tidak menjadi penghalang untuk mempelajari hal baru. Kita berharap keberadaan lansia di masyarakat bisa bermanfaat dan tetap produktif,” tambahnya.
Kepala DP3AKB Kota Pariaman, Lucyanel Arlym, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) adalah program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dikembangkan dari Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL). Pariaman Selatan menjadi pilot project dan menjadi yang pertama kali menggelar wisuda lansia di Kota Pariaman. Sekolah lansia ini juga hadir di kecamatan lainnya.
Ketua Pelaksana Sekolah Lansia Tangguh, Bustanurdin, yang juga Koordinator Balai Penyuluh KB Kecamatan Pariaman Selatan, menyampaikan bahwa para lansia dibekali 7 dimensi ketangguhan, termasuk menjaga kesehatan, merawat diri, dan mengembangkan bakat agar tetap aktif dan bahagia di usia senja. Program ini berlangsung dua bulan dengan delapan kali pertemuan di Aula Kantor Desa Batang Tajongkek. “Kami ingin lansia tetap berdaya, aktif, dan bersosialisasi, meskipun di usia lanjut,” ujar Bustanurdin.
Sementara itu, perwakilan wisudawan, Azril, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas bekal ilmu yang diberikan. “Meski sudah lanjut usia, kami tetap semangat belajar. Terima kasih kepada Pemko Pariaman yang telah memfasilitasi sekolah ini sehingga kami bisa hidup sehat, mandiri, dan produktif.”
Azril menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi lansia untuk berhenti menuntut ilmu. “Menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hidup, sebagaimana diperintahkan Allah dan Rasul-Nya,” tutup Azril yang juga seorang khatib masjid di Desa Batang Tajongkek. (wrm)