PADANG, KP – Perumda Air Minum Kota Padang dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang melakukan pengerukan atau normalisasi sungai pada salah satu intake atau tempat penampungan sumber air.
Direktur Utama Perumda AM Padang Hendra Pebrizal mengatakan, pengerukan itu sebagai upaya mengatasi kekeringan yang terjadi beberapa sejak bulan belakangan.
“Sumber air baku Perumda Air Minum Kota Padang adalah sungai-sungai yang ada di Kota Padang yang saat ini semuanya mengalami penurunan debit akibat kemarau,” kata Hendra Pebrizal, Jumat (20/10).
“Keringnya sungai sebagai sumber air baku sangat berpengaruh terhadap produksi air yang akan didistribusikan kepada pelanggan dan masyarakat,” imbuhnya.
Dengan pengerukan itu, ia berharap ketersediaan air baku sebagai bahan utama produksi air bersih tetap terjaga dan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan maksimal.
“Semoga musim kemarau ini segera berakhir dan hujan segera turun,” ucapnya.
Butuh Air Bersih Hubungi 112
Sementara, Wali Kota Padang Hendri Septa meminta warga yang membutuhkan air bersih dampak kekeringan saat musim kemarau agar melapor melalui call center 112.
Distribusi air bersih akan dilakukan Perumda Air Minum (Perumda AM) dan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang dengan menggunakan mobil tangki.
“Masyarakat silahkan kontak 112 untuk penyaluran air ke daerahnya masing-masing,” kata Wako Hendri Septa.
Ia menambahkan, Perumda AM dan BPBD akan terus mendistribusikan air pada daerah-daerah yang membutuhkan.
“Air bersih sudah disalurkan pada empat kecamatan, yaitu Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Pauh, dan Padang Selatan,” kata Hendri Septa.
Ia menambahkan, pendistribusian air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan. (ip)