AGAM, KP – Industri Kecil Menengah (IKM) Batuah Dama Gadang, yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, berhasil mengolah kulit manis menjadi produk bernilai tinggi seperti ekstrak, minyak, dan tepung, yang berkhasiat bagi kesehatan.
Pemilik IKM, Shelfi Hendri, mengungkapkan bahwa mereka memproduksi sekitar 15 liter ekstrak dan minyak kulit manis per minggu, serta 15 kilogram tepung kulit manis.
“Bahan baku yang digunakan berasal dari daun dan kulit manis yang dibeli langsung dari petani setempat,” jelas Shelfi, Rabu (25/9).
Selain kulit manis, IKM ini juga memproduksi minyak serai wangi, minyak pala, dan VCO (Virgin Coconut Oil). Produk tersebut dipasarkan tidak hanya di wilayah Agam, tetapi juga kepada para perantau di Jakarta, Bandung, Pekanbaru, dan beberapa daerah lainnya. Setiap pesanan berkisar antara 100 hingga 150 botol, dengan harga bervariasi antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per botol tergantung ukurannya.
Shelfi menjelaskan, permintaan terus meningkat setiap bulan, baik dari perantau maupun warga Agam, karena produk tersebut dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit.
IKM Batuah Dama Gadang memulai produksinya pada 2021 setelah melihat potensi dari daun kulit manis dan serai wangi yang tidak dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Industri ini telah mengantongi izin industri rumah tangga, sertifikasi halal, dan Standar Nasional Indonesia (SNI), sementara izin BPOM sedang dalam proses pengurusan.
“Kami berada di bawah bimbingan BPOM Loka Payakumbuh,” tambah Shelfi.
Ia mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi adalah modal untuk membeli mesin olah yang harganya cukup mahal, meskipun bahan baku tersedia melimpah di Tanjung Raya.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam, Rio Eka Putra, menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pembinaan kepada IKM Batuah.
“Kami melakukan pembinaan langsung di lapangan, meskipun belum seluruh IKM di Agam, yang jumlahnya mencapai ribuan, dapat terjangkau,” katanya sembari mendorong pelaku IKM untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk mereka. (ant)