SOLOK, KP – Hujan yang turun terus-menerus tanpa henti sejak Kamis (7/3) hingga Jumat (8/3) mengakibatkan beberapa lokasi permukiman warga di Kota Solok, tergenang banjir.
Di Kecamatan Tanjung Harapan, sebagian wilayah Kelurahan Koto Panjang yang berada di bantaran sungai Batang Lembang tergenang banjir. Data awal dari Lurah Koto Panjang, sebanyak 8 rumah dengan 43 jiwa terdampak. Mereka terdiri dari 24 orang dewasa, 17 anak-anak, 1 lansia, dan 1 balita. Sementara, 3 keluarga diungsikan ke gedung serbaguna.
Di Kelurahan Pasar Pandan Air Mati (PPA), jumlah rumah yang terdampak mencapai 24 rumah dengan 28 KK dan 100 jiwa. Di Kelurahan Kampung Jawa, sebuah rumah warga tertimpa pohon tumbang. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian itu. Namun, kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.
Camat Tanjung Harapan Hendrik menyatakan, antisipasi terhadap potensi banjir telah dilakukan sejak sore hari. Menurutnya, petugas telah memberikan peringatan kepada warga dan memantau peningkatan debit air di sungai-sungai yang rawan meluap.
Hendrik mengimbau agar warga tetap waspada akan bahaya banjir dan potensi ancaman lainnya, seperti pohon tumbang, kebakaran, dan sengatan listrik. “Berhati-hatilah dengan harta benda dan jaga kesehatan, karena kita akan memasuki bulan suci Ramadhan,” pesannya.
Banjir juga melanda permukiman warga Perumahan Guru Biruhun RT 001/RW 05 Kelurahan Simpang Rumbio. Data asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok mencatat bahwa di Simpang Rumbio sebanyak 24 KK atau 95 jiwa, termasuk 7 balita dan 1 lansia, terdampak oleh banjir tersebut.
Tak hanya itu, banjir juga melanda sejumlah titik di Kota Solok, terutama di Kelurahan Simpang Rumbio, beberapa lokasi dilanda banjir tepatnya di Simpang Lampu Merah, Rawang Pinang Perumahan Taruko Permai dan Perumahan Guru Biruhun. Banjir disebabkan limpahan Sungai Batang Simo Nagari Gauang Kabupaten Solok, dikarenakan intensitas hujan di daerah tetangga tersebut juga tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok Herman, mengimbau seluruh warga Kota Solok, terutama di daerah rawan banjir, agar selalu waspada mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Dihimbau kepada seluruh warga Kota Solok agar selalu menjaga lingkungan sekitar, tidak lagi membuang sampah di saluran drainase karena dapat menghambat saluran air sehingga terjadinya banjir,” tuturnya.
Wakil Walikota Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, didampingi Kalaksa BPBD, Herman, meninjau langsung lokasi yang terdampak banjir pada Jumat pagi (8/3). Wawako memberikan arahan kepada OPD terkait untuk segera melakukan langkah penanggulangan, terutama kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh banjir.
“Dalam penanganan musibah ini diperlukan adanya koordinasi lintas sektor,” ucap Ramadhani.
“OPD terkait harus cepat bergerak jika ada bencana, dan yang terpenting jangan sampai ada warga yang kelaparan,” imbuhnya.
Diharapkan dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat, penanganan bencana banjir di Kota Solok dapat dilakukan dengan lebih efektif untuk mengurangi dampak buruknya bagi masyarakat yang terdampak. (van)