PAYAKUMBUH, KP – Sehari setelah pemberitaan mengenai kondisi bayi Humairah Azzahra Oktari (2 bulan), anak pasangan Ranggi Oktafera (28 tahun) dan Tari Fitriana (28 tahun) warga Kelurahan Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, kepedulian masyarakat mulai berdatangan untuk membantu meringankan beban keluarga tersebut.
Salah satu bantuan datang dari anggota DPRD Payakumbuh, Ainul Farhan J, yang langsung mengunjungi kediaman Azzahra di dekat Masjid Baiturahman. Politisi muda Partai NasDem itu memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang untuk kebutuhan susu bayi.
“Semoga bantuan ini dapat membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan Azzahra, terutama susu, sehingga berat badannya bisa mencapai 5 kilogram dan memenuhi syarat untuk operasi,” ujar anggota Komisi B DPRD Payakumbuh itu, Jumat (27/12).
Farhan mengaku tergerak membantu setelah membaca pemberitaan di media massa terkait kondisi Azzahra. Ia berharap bayi tersebut segera mendapatkan penanganan medis dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.
Selain itu, Farhan juga mengimbau Pemko Payakumbuh melalui dinas terkait agar lebih sigap menangani persoalan sosial masyarakat, khususnya warga kurang mampu.
Ranggi Oktafera dan istrinya, Tari Fitriana, menyampaikan terimakasih atas kepedulian banyak pihak, termasuk Ainul Farhan J yang datang langsung memberikan bantuan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Farhan dan semua pihak yang membantu. Semoga Azzahra segera dioperasi,” kata Ranggi.
Diberitakan sebelumnya, Azzahra yang berusia dua bulan mengalami kesulitan bernafas sejak lahir karena adanya penyumbatan tulang rawan di hidungnya. Azzahra tidak dapat langsung menerima ASI eksklusif dari sang ibu karena harus menggunakan sonde, sebuah selang yang dimasukkan ke dalam hidung untuk membantu pernafasannya. Selain itu, empeng atau kompeng harus terus dipasang di mulutnya untuk membantu pernapasan.
Menurut dokter, Azzahra mengidap atresia koana, yaitu penyumbatan pada saluran napas hidung bagian belakang akibat kegagalan perkembangan lubang hidung. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh tulang atau jaringan lunak yang tidak normal dan bisa mempengaruhi satu atau kedua sisi hidung.
Untuk menjalani operasi, berat badan Azzahra harus mencapai 5 kilogram, sementara saat ini berat badannya baru 3,6 kilogram. Hal ini menjadi beban pikiran bagi Ranggi dan Tari, karena untuk menaikkan berat badan Azzahra mereka membutuhkan susu formula khusus yang harganya cukup mahal. Sedangkan pendapatan Ranggi sebagai buruh harian di penggilingan padi tidak mencukupi untuk membeli susu formula terbaik bagi sang buah hati. (dst)
