BRIN Diharapkan Teliti Keamanan Konsumsi Gula Aren dari Batang Sawit

Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN) menurunkan peneliti ahli utama ke Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat untuk melakukan uji coba lanjutan pembuatan gula merah dari kelapa sawit, beberapa waktu lalu.

PASAMAN BARAT, KP – Pemkab Pasaman Barat mengharapkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melanjutkan penelitian terkait keamanan mengkonsumsi gula merah dari air batang kelapa sawit.

“Terutama kadar nutrisi serta uji laboratorium untuk memastikan bahwa gula merah sawit ini aman dikonsumsi,” kata Pelaksana tugas Kepala Bappelitbangda Pasaman Barat Ikhwanri di Simpang Empat, Kamis (17/10).

Selain itu, juga diperlukan dukungan kajian pembuatan gula merah terhadap diterbitkannya dokumen paten, indikasi geografis dan label juga dibutuhkan agar tahapan diseminasi kepada masyarakat dapat segera dilaksanakan.

“Kita telah diundang oleh BRIN untuk memperdalam kajian pembuatan gula merah ke Jakarta beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan akan menambah wawasan. Terima kasih kepada BRIN yang sudah membantu menemukan formula untuk pembekuan air batang sawit menjadi gula merah,” katanya.

Sementara, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN Oetami Dewi mengatakan pengolahan gula merah dari batang kelapa sawit terdapat potensi besar dalam pengembangan produksinya serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Pasaman Barat.

Namun, lanjutnya, masih perlu perbaikan dalam proses dan teknologi yang digunakan agar kualitas produk dapat meningkat.

Selain itu, perlu dikembangkan hilirisasi produk gula merah sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani setempat sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Ia berharap Pemkab Pasaman Barat gar melakukan beberapa langkah strategis diantaranya pelatihan kepada para pengrajin gula merah, pembentukan kelembagaan produk, penguatan jaringan pemasaran, dan kerjasama dengan pihak terkait.

Pembuatan gula aren dari kelapa sawit di Pasaman Barat berada di Kecamatan Sungai Aur yang sudah dilakukan warga sejak tahun 2022 karena kemiripan sawit dengan jenis tanaman aren lainnya. Produk gula aren inilah yang terus diteliti mulai pembuatan sampai potensi pemasaran nantinya bersama BRIN. (ant)

Related posts

Pencarian Resmi Dihentikan, Dua Pelajar Tenggelam di Padang Belum Ditemukan

DPRD Kabupaten Solok Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Tekankan Perbaikan Kinerja OPD

Tanah Datar–Mandailing Natal Perkuat Kolaborasi Pembangunan Antar Daerah