PADANG PARIAMAN, KP — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tengah menghadapi tantangan fiskal berat menyusul pemangkasan anggaran daerah hingga Rp145 miliar akibat kebijakan efisiensi nasional melalui Instruksi Presiden Nomor 25 Tahun 2025.
Meski demikian, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA), menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan program kerakyatan dan pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers, organisasi kepemudaan (OKP), ormas, LSM, hingga pengurus parpol se-Kabupaten Padang Pariaman, di Rumah Dinas Bupati, Rabu (4/3). Dalam pertemuan tersebut, Bupati JKA memaparkan strategi pemerintah daerah dalam menyiasati keterbatasan fiskal melalui penguatan komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Kondisi fiskal saat ini memang tidak mudah. Namun, kami terus berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada. Sejauh ini, sudah ada sembilan menteri yang berkunjung langsung ke sini untuk membahas peluang dukungan program pembangunan bagi Padang Pariaman,” ujar Bupati John Kenedy Azis.
Selain isu anggaran, Bupati menyoroti percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di beberapa titik krusial, seperti Nagari Kasang, kawasan pendidikan di Katapiang, dan Ulakan Tapakis. Ia juga menginformasikan langkah pengamanan bantalan rel kereta api di kawasan arena pacu kuda demi keselamatan masyarakat.
Sebagai penutup agenda bulan Maret, Bupati mengumumkan pelaksanaan event budaya Pacu Kudo II Padang Pariaman 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Maret mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah di tengah masa pemulihan. (ak/*)