Home » Bupati Pasaman Apresiasi Karya Warga Binaan di Bazar HUT ke-80

Bupati Pasaman Apresiasi Karya Warga Binaan di Bazar HUT ke-80

Redaksi
A+A-
Reset

LUBUK SIKAPING, KP – Bupati Pasaman Welly Suhery mengapresiasi kerajinan tangan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping yang ditampilkan dalam bazar memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Pasaman di GOR Tuanku Rao, Senin (6/10).

Bupati menyebut, kehadiran stan Rutan Lubuk Sikaping menjadi ajang promosi potensi kerajinan warga binaan kepada masyarakat luas. “Stan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pameran HUT ke-80 Pasaman yang menampilkan beragam produk unggulan hasil tangan warga binaan sendiri,” ujar Welly.

Berbagai karya dipamerkan, mulai dari hiasan rumah adat Minangkabau dari kertas bekas koran, topi dari bungkus rokok, anyaman rumah, hingga produk olahan makanan.

Menurut Welly, partisipasi Rutan Lubuk Sikaping menunjukkan bahwa kreativitas dan semangat berkarya tidak terbatas ruang. “Momentum HUT ke-80 ini menjadi peluang emas untuk memperkuat eksistensi pengrajin lokal dalam pengembangan produk, akses pasar, dan promosi,” katanya.

Ia menambahkan, partisipasi tersebut juga mempertegas dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM dan pelestarian produk kerajinan daerah. “Kita berharap produk Pasaman semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional. Bazar ini berlangsung hingga 11 Oktober, menjadi kesempatan bagi masyarakat menikmati hasil karya lokal,” lanjutnya.

Kepala Rutan Lubuk Sikaping Resman Hanafi mengatakan, pihaknya aktif berpartisipasi dalam bazar UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan WBP. “Kami menampilkan produk unggulan seperti gelang, cincin, miniatur, dan jala ikan dari bahan daur ulang, serta olahan khas seperti kacang rendang DangRes dan ikan lele asap R’Sika,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, seluruh produk merupakan hasil pembinaan kemandirian WBP yang diharapkan mampu memberi nilai tambah ekonomi dan memperkuat semangat berkarya. “Kegiatan ini juga mendukung program akselerasi pemberdayaan WBP melalui UMKM sebagaimana arahan Presiden RI dan Menteri Hukum dan HAM,” ujarnya.

Resman menegaskan, Rutan Lubuk Sikaping bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga penggerak gerakan UMKM berkelanjutan. “Kami berharap karya WBP makin dikenal masyarakat, membuka peluang pasar baru, dan mendukung pembangunan ekonomi daerah,” tutupnya. (nst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?