LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota Safaruddin menghadiri acara Silang Budaya antara Pemkab Limapuluh Kota dengan Negeri Sembilan, di Dewan Pavilion LPPKN Seremban, Malaysia, Sabtu lalu (2/12). Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan serupa antar kedua daerah yang terakhir kali dilaksanakan tahun 2018 silam.
Pada kegiatan Silang Budaya tersebut, berbagai pertunjukan seni dan atraksi budaya ditampilkan oleh tim kesenian Pesona Andaleh bersama tim Kesenian Negeri Sembilan. Kolaborasi kedua daerah dalam atraksi tersebut menimbulkan decak kagum ratusan masyarakat maupun perantau dari Limapuluh Kota yang memadati lokasi acara.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Penasehat Bundo Kanduang Limapuluh Kota Nevi Safaruddin, Pengarah Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negeri Sembilan Encik Zuhairi Bin Ibrahim, Ketua Pengurus Ikatan Kekeluargaan Warisan Adat Minang Negeri Sembilan (IKWAMNS) Encik Banchik bin Osman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Afri Efendi bersama Kabid Kebudayaan Limapuluh Kota Yusuf Lubis, serta Kepala Bagian Protokol Andri Yasmen.
Bupati Safaruddin mengapresiasi kegiatan Silang Budaya yang diadakan Negeri Sembilan tersebut. Ia berharap kegiatan itu terlaksana intensif, tidak hanya dalam kebudayaan tetapi juga menjangkau sektor pariwisata maupun perdagangan.
Bupati menambahkan, kedekatan kedua daerah yang terjalin juga terlihat dari nama-nama daerah di Kabupaten Limapuluh Kota yang dijadikan nama suku masyarakat Negeri Sembilan, seperti Suku Sarilamak, Andaleh, Batu Ampa, Mungka, Payakumbuh, dan Batu Balang.
“Terimakasih kepada Pemerintah Negeri Sembilan serta para perantau yang tergabung dalam Ikatan Kekeluargaan Warisan Adat Minang Negeri Sembilan (IKWAMNS) atas inisiasi Silang Budaya yang terselenggara sehingga dapat mempererat silaturahim kedua daerah,” kata Bupati Safaruddin.
Sementara, Exco Warisan, Teknologi, Inovasi dan Digital Negeri Sembilan, Datuk Mohd Faizal Ramli menyampaikan, persamaan adat, budaya, bahasa, dan agama menjadikan kegiatan silang budaya itu terasa spesial dibanding daerah lainnya.
“Hal ini menunjukkan kehangatan hubungan adat budaya Negeri Sembilan dan Limapuluh Kota. Kegiatan Silang Budaya ini diharapkan dapat membuka pandangan dan pikiran demi pembangunan daerah,” ulasnya. (dst)
