LIMAPULUH KOTA, KP – Peringatan Hari Guru Nasional ke-78 menjadi momen bersejarah bagi Bupati Limapuluh Kota Safaruddin. Berkat komitmennya memajukan dunia pendidikan, Bupati Safaruddin menerima Anugerah Dwija Praja Nugraha. Penghargaan itu diserahkan langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada puncak pringatan HUT PGRI ke-78, di Arena Britama BRI Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (25/11).
Bupati Safarudin satu-satunya kepala daerah di Sumatera Barat yang meraih penghargaan tersebut. Dwija Praja Nugraha merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen tinggi terhadap pembangunan pendidikan dan kesejahteraan guru.
Selain dihadiri Presiden Joko Widodo, puncak HUT PGRI itu turut dihadiri Menko PMK Prof Muhajir Efendi, Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim, Panglima TNI Jendral TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Ketua umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rasyidi, Ketua TP PKK Nevi Safaruddin, Ketua PGRI Limapuluh Kota Indrawati, bersama delapan bupati lainnya yang menerima penghargaan.
“Anugerah ini dipersembahkan kepada keluarga besar PGRI, keluarga besar pendidikan dan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. Penghargaan ini tak terlepas berkat sokongan unsur pengajar, wali murid, serta stakeholder pendidikan di Kabupaten Limapuluh Kota. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk semakin meneguhkan komitmen kami dalam memajukan pendidikan di Limapuluh Kota,” kata Bupati Safaruddin.
Sementara, Ketua PGRI Limapuluh Kota Indrawati Munir mengaku bangga kepada Bupati Safaruddin yang menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha atas komitmennya dalam meningkatkan SDM dan para pengajar di Limapuluh Kota.
“Dari 19 kandidat penerima anugerah Dwija Praja Nugraha, hanya sembilan kepala daerah yang berhasil menerimanya, salah satunya Bupati Safaruddin. Ini juga melalui tim penilai kepresidenan. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bersama mewujudkan Limapuluh Kota yang madani, beradat, dan berbudaya dalam kerangka ‘Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah,” tuturnya. (dst)