Dishut Sumbar Duga Karhutla Akibat Pembukaan Lahan

Petugas memadamkan sisa-sisa kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar.

PADANG, KP — Dinas Kehutanan (Dishut) Sumbar menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah dipicu oleh praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, sehingga api meluas hingga ke kawasan hutan.

Kepala Dishut Sumbar, Ferdinal Asmin menyampaikan, berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, titik awal kebakaran kemungkinan berasal dari aktivitas pembukaan lahan yang tidak terkendali.

“Dari hasil informasi petugas yang melakukan pemadaman karhutla di lapangan, diduga api ini berasal dari pembukaan lahan dengan cara dibakar sehingga api menjalar ke kawasan hutan,” ujar Ferdinal, Selasa (22/7).

Ia meyakini bahwa masyarakat tidak berniat membakar kawasan hutan, melainkan hanya membersihkan lahan pertanian. Namun, faktor cuaca panas, kemarau berkepanjangan, dan tiupan angin membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Ferdinal menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar telah berulang kali mengimbau serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat musim kemarau, karena berisiko menimbulkan kebakaran besar.

Khusus untuk karhutla di Kabupaten Solok dan Kabupaten Limapuluh Kota, Ferdinal mendorong kepala daerah dan instansi terkait untuk menyelidiki penyebabnya lebih dalam, mengingat skala kebakaran yang terjadi cukup luas.

Di Kabupaten Solok, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat seluruh kecamatan terdampak karhutla. Sementara di Kabupaten Limapuluh Kota, 10 dari 13 kecamatan mengalami kejadian serupa.

“Ini bisa dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri dan memproses kasusnya jika ditemukan unsur pelanggaran,” tambah Ferdinal.

Sementara itu, Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab utama kebakaran yang terjadi di berbagai daerah. Namun ia mengakui bahwa musim kemarau yang berkepanjangan turut memperparah kondisi di lapangan.

Pemerintah daerah dan aparat terkait saat ini terus berupaya memadamkan titik-titik api dan melakukan langkah preventif guna mencegah meluasnya karhutla di Sumbar. (ant)

 

Related posts

Atasi Sedimentasi Pascabencana, Padang Dorong Keterlibatan Swasta Lewat Izin Tambang

Festival Literasi Padang 2026, Fadly Amran Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas

Jelang Idul Adha, Pemko Padang Siapkan Pemeriksaan 64 Kandang