Home » DLH Kota Solok Pangkas Pohon yang Berisiko Membahayakan Warga

DLH Kota Solok Pangkas Pohon yang Berisiko Membahayakan Warga

Redaksi
A+A-
Reset

SOLOK, KP – Dalam upaya untuk mencegah bahaya pohon tumbang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solok melakukan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Banda Pandung, Senin (25/3).

Koordinator Pemeliharaan Sarana dan Prasarana DLH Eko Susanto mengatakan pihaknya mengerahkan 1 unit mobil crane dan 1 unit mobil pengangkut sampah.

“Pohon yang dipangkas adalah jenis pohon mahoni dan pohon angsana yang tingginya sudah mencapai lebih dari 10 meter,” ujarnya.

Menurutnya, Jalan Banda Pandung merupakan jalur lintas yang dilalui kabupaten kota di Sumatera Barat, termasuk jalur utama menuju RSUD Kota Solok.

“Dengan pemangkasan ini diharapkan dapat menjaga kerapian, keindahan, dan keamanan pengguna jalan, terutama dengan adanya rehabilitasi Batang Lembang di belakang RSUD yang menyebabkan banyak mobil berat melintasi jalan tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, pohon-pohon yang dipangkas adalah pohon yang sudah tua dan sebagian mengalami batang keropos.

Di sisi lain, DLH juga melakukan pemotongan rumput di pinggir jalan yang dipimpin Pengawas Pekerja Harian Lepas, Hendra Saputra. Jalan yang dipotong rumputnya merupakan satu-satunya akses menuju destinasi wisata terkenal, Batu Patah Payo. Meskipun terletak di daerah perbukitan yang jauh dari pusat kota, Payo memiliki daya tarik wisata yang cukup signifikan, sehingga pemeliharaan infrastruktur jalan menjadi prioritas.

Selama Ramadan, lokasi itu menjadi tempat favorit bagi warga untuk ngabuburit sambil menikmati indahnya Danau Singkarak.

VOLUME SAMPAH MENINGKAT

Sementara itu, volume sampah di Kota Solok meningkat signifikan selama Ramadan. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya Beracun, dan Peningkatan Kapasitas DLH, Asril mengungkapkan, peningkatan volume sampah terdiri dari sampah rumah tangga hingga restoran dan pedagang takjil musiman.

“Diperkirakan, peningkatan sampah makanan selama dua minggu ini mencapai 10-15 persen,” ujarnya.

Ia mengimbau warga Kota Solok untuk mengurangi volume sampah dengan menahan sisa makanan berlebihan dan memilah sampah organik dan non-organik di lingkungan masing-masing. (van)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?