PADANG, KP – Gubernur Sumbar Mahyeldi menerima bantuan penanganan bencana senilai hampir Rp1 milair, yakni sekitar Rp900 lebih juta dari Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, di Istana Gubernuran, Senin lalu (3/6). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemda dan masyarakat Kepri atas musibah yang menimpa Sumbar.
“Alhamdulillah, terima kasih yang tak terhingga atas kunjungan Gubernur Kepri dan Bupati Karimun beserta rombongan dalam rangka silaturrahim dan penyaluran bantuan untuk masyarakat Sumbar yang tertimpa musibah,” ujar Gubernur Mahyeldi.
Ia menjelaskan, sejak Desember 2023, beberapa kabupaten/kota di Sumbar mengalami musibah banjir, longsor, serta banjir lahar dingin, dengan Kabupaten Agam, Tanah Datar, serta Pesisir Selatan sebagai daerah paling terdampak.
“Banjir lahar dingin dan longsor di Agam, Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang, telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian lainnya. Sejauh ini, 63 warga dinyatakan meninggal dunia, 10 warga masih dalam pencarian, dan tiga warga belum teridentifikasi. Selain itu, terdapat kerugian berupa kerusakan rumah, sekolah, dan sarana umum,” ujar Gubernur Mahyeldi.
Berbagai pihak telah datang dan menyalurkan bantuan untuk warga terdampak. Presiden Joko Widodo, Presiden RI terpilih Prabowo Subianto, serta jajaran kementerian/lembaga terkait juga telah turun ke Sumbar untuk menyalurkan bantuan dan mempercepat pemulihan pasca-bencana.
“Dukungan dari Pemprov Kepri, Pemkab Karimun, dan masyarakat Kepri membuat kami di Sumbar semakin bersemangat untuk pulih dari dampak dan trauma bencana. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih,” pungkas Gubernur Mahyeldi.
Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa Sumbar. Ia meyakini bahwa di balik segala kesulitan yang dialami karena musibah, akan selalu ada kemudahan dan pertolongan dari Allah.
“Semoga musibah di Sumbar menjadi iktibar bagi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Kami mendoakan agar upaya penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan dengan baik dan maksimal,” ucap Gubernur Ansar.
Ia merinci, bantuan senilai Rp939.170.900 terdiri dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Kepri Rp500 juta, BKK Pemkab Karimun Rp250 juta, Donasi Masyarakat Rp50 juta, Bantuan BKMT Rp69 juta, Bantuan Perkumpulan Minang Sakato Bintan Rp70 juta, dan sejumlah bantuan lain untuk Sumbar.
“Ada sejumlah bantuan berupa barang yang akan diantar ke Sumbar, dan pengumpulan donasi masih terus dilakukan. Bantuan ini adalah bentuk eratnya persaudaraan antara Sumbar dan Kepri,” ucapnya.
Gubernur Ansar menyadari bahwa Sumbar dan perantau Sumbar di Kepri telah berkontribusi bagi Kepri dalam banyak hal, terutama dalam menggerakkan perekonomian.
“Sumbar dan Kepri adalah saudara kandung. Tak kurang dari 10 persen warga Kepri berasal dari Sumbar dan berkontribusi besar dalam pembangunan daerah,” ulasnya.
Turut hadir dalam penyaluran bantuan tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq, ; Ketua DPRD Karimun Muhammad Yusuf Siraj, kepala OPD terkait di Pemprov Kepri dan Pemkab Karimun, serta kalangan perantau Minang di Kepri. Sementara, Gubernur Mahyeldi didampingi Kepala BPBD Sumbar Rudy Rinaldi, Kepala Dinsos Sumbar Syaifullah, Kepala Dispora Sumbar Maifrizon, Kepala Biro Adpim Mursalim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Jumaidi, serta jajaran terkait lainnya. (mas)