PADANG, KP — Kabar bohong mengenai kondisi Jembatan Muaro Penjalinan yang disebut retak dan tidak aman dilalui beredar di media sosial setelah banjir bandang melanda Padang, Jumat (28/11). Informasi tersebut menyebar luas dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Padang langsung membantah kabar tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Padang, Tri Hadiyanto, menegaskan informasi itu tidak benar. “Jembatan Muaro Penjalinan aman untuk dilalui kendaraan,” kata Tri Hadiyanto di Padang, Minggu (14/12).
Tri menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga. Selain itu, petugas juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan. “Setelah kami kroscek dan mendapatkan informasi langsung di lapangan, jembatan itu aman,” ujarnya.
Ia menerangkan, sebelum banjir terjadi, di jembatan tersebut memang sempat dilakukan perbaikan pada salah satu sisi jalan yang berlubang. Proses penambalan atau patching sedang berlangsung ketika banjir datang.
“Saat penambalan itu, banjir terjadi sehingga masyarakat mengira ada retakan. Informasi tersebut kemudian menyebar ke mana-mana,” ungkap Tri.
Meski memastikan kondisi jembatan aman, Tri tetap mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia juga meminta pengendara tetap berhati-hati saat melintas, terutama pascabanjir. (mas)