BUKITTINGGI, KP – Ikatan Keluarga Minang (IKM) DPD Indragiri Hulu (Inhu) dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, memberikan bantuan uang tunai kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Marapi, di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam, Sabtu (16/12).
Gunung Marapi meletus Minggu lalu (3/12) sekitar pukul 14.50 WIB dan menelan korban jiwa 23 orang pendaki. Puluhan orang lainnya mengalami luka dan cedera. Bencana letusan Gunung Marapi itu juga merugikan masyarakat di sekitar Kecamatan Sungai Pua, terutama Nagari Batu Palano.
Ketua IKM Inhu Yusma Joni menyampaikan, pihaknya datang ke Batu Palano sebanyak tujuh orang untuk menyerahkan bantuan sebagai wujud kepedulian IKM DPD Inhu dan LAM kepada warga yang terdampak musibah letusan Gunung Marapi beberapa waktu lalu.
“Tangisan korban erupsi Gunung Marapi juga menjadi tangisan kami. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan,” ujar Yusma Joni.
Ia menyebut, masyarakat Melayu Riau dan Minang tidak bisa dipisahkan karena bersatu atas dasar ‘adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah.
Yusma Joni juga menjelaskan bahwa IKM DPD Inhu telah berdiri selama 4 bulan dan sudah melakukan beberapa pertemuan. Saat ini, anggota IKM Inhu sudah mencapai 400 orang.
“Alhamdulillah, berkat kerjasama IKM, kami telah terdaftar dan memiliki izin resmi serta telah difasilitasi oleh Lembaga Adat Melayu. Rencananya akan diresmikan pada awal Januari 2024 mendatang,” tuturnya.
Sementara, Ketua Umum Lembaga Adat Melayu, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu, H. Agustiar Ahalik mengimbau kepada semua Perantau Minang yang berada di Riau untuk memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban erupsi Gunung Marapi.
Walinagari Batu Palano, Darizal, menyampaikan terimakasih kepada IKM Inhu dan LAM Kecamatan Pasir Penyu, Provinsi Riau, yang peduli terhadap masyarakat Nagari Batu Palano yang terdampak bencana erupsi Gunung Marapi beberapa minggu lalu.
“Semoga ini menjadi contoh bagi masyarakat perantau Batu Palano di luar daerah. Kami juga merasa sedih karena sampai saat ini belum ada perantau Batu Palano yang menanyakan kondisi masyarakat dan kampung halaman kami pasca Erupsi Gunung Marapi,” ungkap Darizal.
Ia mengungkapkan, IKM Inhu dan LAM Kecamatan Pasir Penyu merupakan lembaga pertama yang peduli terhadap masyarakat Batu Palano.
Dalam serah terima bantuan itu turut hadir tokoh adat Batu Palano, mantan walinagari, relawan, babinsa, niniik mamak, tim relawan, dan masyarakat, serta caleg Partai Demokrat untuk DPRD Agam, Gusnia. (eds)