Kemkominfo Beri Pelatihan Digitalisasi pada Pokdarwis Desa Wisata Sijunjung

Kawasan Geopark Silokek, Kabupaten Sijunjung.

SIJUNJUNG, KP – Kawasan Geopark Silokek di Kabupaten Sijunjung memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, namun kurangnya digitalisasi aktivitas wisata menjadi salah satu penghambat pengembangan pariwisata berkelanjutan dan promosi pariwisata di kawasan ini.

Digitalisasi industri pariwisata merujuk pada penggunaan teknologi digital untuk mempromosikan, meningkatkan, dan mengelola destinasi wisata.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong upaya transformasi digital sektor pariwisata Geopark Silokek melalui kerjasama antara seluruh pemangku kepentingan terkait serta dengan menggandeng industry player yang terlibat di dalam sektor pariwisata.

“Geopark Silokek memiliki potensi wisata cukup banyak dan akan dimajukan menjadi UNESCO Global Geopark,” kata Hari Purwadi selaku Ketua Tim Transformasi Digital Pendidikan Kesehatan dan Pariwisata Kemenkominfo mewakili Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto, dikutip Selasa (6/8).

Ia menjelaskan, salah satu bentuk dukungan yang dilaksanakan adalah fasilitasi adopsi teknologi digital dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pada sektor pariwisata. Program ini bertujuan untuk membekali penggiat pariwisata daerah dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk unggul dalam industri pariwisata.

“Para penggiat wisata akan mengikuti beberapa pelatihan dengan topik pengembangan produk wisata, penggunaan smartphone untuk foto dan video, hingga manajemen media sosial, setelah itu produk wisatanya akan dimasukkan ke beberapa platform Online Travel Agent (OTA),” terangnya.

Melalui pelatihan dan workshop langsung, peserta memperoleh keahlian untuk menciptakan produk wisata yang menarik, mengambil foto dan video yang memukau, serta memanfaatkan platform media sosial secara efektif untuk mempromosikan produk wisata mereka.

Pelatihan yang diadakan Kemkominfo itu diikuti sebanyak 10 pegiat pariwisata dari 3 desa wisata dan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sijunjung, selama 3 hari di Kampung Adat Sijunjung pada 30 Juli-1 Agustus 2024 lalu. Adapun 3 desa wisata tersebut adalah Desa Perkampungan Adat Sijunjung, Desa Silokek, dan Desa Kamang.

Kegiatan ini disambut baik Kepala Disparpora Kabupaten Sijunjung, Afrineldi. Ia berharap seluruh materi dapat diserap dengan baik oleh peserta karena pelatihan offline ini merupakan awalan dengan rangkaian kegiatan yang masih panjang.

“Setelah ini ada pendampingan online hingga desa bisa membuat paket wisata, membuat website, dan mempromosikan produk wisatanya secara digital melalui beberapa online platform, seperti Traveloka, Blibli, Mister Aladin, dan Atourin,” terangnya.

Sementara, Kepala Diskominfo Kabupaten Sijunjung David Rinaldo mengatakan,pembangunan ekosistem desa wisata serta program digitalisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peserta di ketiga desa wisata tersebut, terutama dalam mendukung kenaikan status Geopark Nasional menjadi UNESCO Global Geopark, karena di dalam indikator penilaian UNESCO, terdapat poin-poin penilaian keterdapatan teknologi di kawasan Geopark. (mas)

 

Related posts

Pemko Padang Gandeng MAP Aviation, Buka Peluang Karier Aviasi bagi Pelajar

Pemko Padang Perkuat Pengamanan Aset dan Kepastian Hukum

DPKH Sumbar Dorong Legalitas Usaha, Ratusan Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi Perizinan Gratis