TANAH DATAR, KP – Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, M. Abdul Majid Ikram, beserta Deputi Kepala Perwakilan Dandy Indarto Seno dan rombongan, di Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pengolahan Produk Hortikultura Nagari Lawang Mandahiliang, Kecamatan Salimpaung, Kabu[aten Tanah Datar, Sabtu (24/5).
Bupati Eka Putra, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Alfian Jamrah, Kepala Dinas Nakerin Suhermen, Kabag Perekonomian Masni Yuletri, dan kepala bidang terkait menjelaskan, sarana dan prasarana Sentra IKM telah diresmikan pemakaiannya beberapa hari lalu.
“Sentra IKM Pengolahan Hortikultura ini dapat menampung cabai dan tomat serta hasil tanaman holtikultura lainnya untuk diolah di sini,” ujar Eka Putra.
Ia menjelaskan, keinginan untuk memiliki pabrik pengolahan cabai dan saus bermula saat ia berkeliling mengunjungi wilayah di Tanah Datar. Saat panen cabai dan tomat, harga jualnya tidak sebanding dengan biaya panen, akhirnya petani malas memanennya sehingga mengalami kerugian.
Ia menambahkan, berkat dorongan dan binaan BI, Pemkab Tanah Datar mampu mempertahankan predikat sebagai Kabupaten terbaik di wilayah Sumatra dalam pengendalian inflasi, sehingga mendapat perhatian dan bantuan dari Pemerintah Pusat.
Selain itu, lanjutnya, Tanah Datar juga sudah memiliki Sentra Tenun di Lintau Buo dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Bukit Gombak.
“Sentra tenun Lintau sudah memiliki fasilitas cukup baik dalam melatih masyarakat untuk menenun, bahkan di sana sudah memiliki kamar untuk menginap. Sekiranya BI mengadakan pelatihan, bisa dimanfaatkan di sana,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumbar, M. Abdul Majid Ikram, menyampaikan apresiasi atas prestasi Tanah Datar sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik di Sumatera.
“Pemkab Tanah Datar telah mampu menjadi terbaik di Pulau Sumatera selama 4 tahun berturut-turut memperoleh penghargaan TPID. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ujarnya.
Untuk Sentra IKM Pengolahan Holtikultura, Majid menambahkan, dapat dilaksanakan beberapa program pelatihan bagi pelaku IKM.
“Setelah mampu menghasilkan produk berupa saus dan olahan lainnya, tentunya sebuah produk butuh kemasan yang baik dan bagus serta sertifikat halal. Insya Allah ke depan pelatihan ini bisa kita adakan di Tanah Datar,” sampainya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Nakerin, Suhermen, memaparkan bahwa Sentra IKM Pengolahan Produk Holtikultura, Sentra Tenun, dan BLK Tanah Datar masih membutuhkan penyempurnaan bangunan gedung serta berbagai pelatihan.
“Kami berharap Perwakilan BI Sumbar memiliki program untuk penyempurnaan di Sentra IKM, Tenun, ataupun BLK kami, terutama dalam program-program pelatihan,” tuturnya.
Usai kunjungan ke Sentra IKM di Lawang Mandahiliang, Bupati Eka Putra didampingi Ketua TP PKK Lise Eka Putra bersama Kepala Perwakilan BI Sumbar dan rombongan juga mengunjungi Green House (GH) melon di Lintau Buo Utara, dilanjutkan mengunjungi sentra tenun di Lintau Buo. (yon)
