PADANG PANJANG, KP – Dalam peringatan Hari Kanker Sedunia pada Selasa (4/2), dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di RSUD Padang Panjang, dr. Sri Angraeni, Sp.PD, FINASIM, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kanker kolorektal.
Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh di usus besar (kolon) atau rektum, bagian akhir dari saluran pencernaan. Penyakit ini biasanya berkembang dari polip atau pertumbuhan abnormal di dinding usus yang lama-kelamaan bisa berubah menjadi kanker. Kanker koloktoral merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian cukup tinggi.
“Kanker kolorektal berasal dari polip atau jaringan abnormal yang tumbuh di usus besar dan rektum,” kata Sri, Rabu (5/2).
Ia menjelaskan, faktor risiko kanker ini terbagi menjadi dua, yaitu yang tidak dapat dimodifikasi, seperti usia, etnis, jenis kelamin, penyakit radang usus, dan riwayat penyinaran. Sementara faktor yang dapat dimodifikasi meliputi gaya hidup kurang gerak, obesitas, pola makan tinggi lemak, merokok, konsumsi alkohol, dan diabetes.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain diare, sembelit, penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas, buang air besar berdarah atau berlendir, serta nyeri perut. Jika mengalami gejala tersebut, Sri menyarankan segera berkonsultasi ke dokter dan menjalani pemeriksaan feses atau kolonoskopi.
“Kanker ini bisa dicegah dengan pola hidup sehat, konsumsi makanan kaya serat, vitamin, dan antioksidan seperti buah dan sayur, serta menghindari rokok dan alkohol,” imbaunya. (mas)