PAYAKUMBUH, KP – Muhammad Al-Hamdan (8 tahun), anak pasangan Randi dan Nofi, warga Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kecamatan Lampasi Tigo Nagari (Latina), Kota Payakumbuh, membutuhkan bantuan untuk membeli kursi roda, becak, serta biaya pendamping saat menjalani pengobatan.
Hamdan menderita osteogenesis imperfecta atau kelainan tulang rapuh, sehingga harus rawat jalan setiap dua bulan di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan, keluarganya masih kesulitan memenuhi kebutuhan lain, termasuk obat yang tidak ditanggung BPJS.
“Hamdan hanya bisa berbaring di lantai rumah dengan alas matras dan harus disuapi. Kami sangat berharap bantuan agar bisa membelikan kursi roda dan biaya perjalanan saat berobat ke Padang,” kata Nofi, saat dikunjungi Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, Selasa lalu (4/3).
Dalam kesempatan itu, Wako Zulmaeta menyerahkan bantuan yang telah digalang masyarakat, termasuk Camat, Kepala Puskesmas, Ketua Baznas, dan donatur lainnya. Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat Latina yang secara gotong-royong membantu warganya yang membutuhkan.
“Kekompakan dan kepedulian warga di Kecamatan Latina ini patut dicontoh. Mereka tidak hanya membantu warga sakit, tetapi juga menggalang dana untuk membangun rumah tidak layak huni,” ujarnya.
Senada dengan Wali Kota, Camat Latina Diki Engla juga mengapresiasi inisiatif warganya. Ia menyebut gerakan sosial di Latina telah berjalan sejak 2017 dan terus berkembang, termasuk program ‘Sumbangan Seribu Tiap Senin dari ASN’ yang dikolaborasikan dengan puskesmas untuk membantu warga.
Jonal Yuliadi dan Jimmy Mursailes, dua warga yang aktif dalam kegiatan sosial, menyatakan bahwa penggalangan bantuan akan terus dilakukan, termasuk menargetkan renovasi satu rumah tidak layak huni pada Ramadan ini. (dst)