PADANG PARIAMAN, KP – Sudah 25 hari peluru bersarang di perut Bela Cintia (15 tahun), pelajar MTSn yang tertembak perutnya saat pulang sekolah di Kampuang Dadok, Korong Balekok, Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Sejak tertembak yang diduga oleh senapan angin pada 24 Februari 2024 lalu, peluru masih bersarang di perut gadis malang itu dan hingga kini belum kunjung dikeluarkan. Parahnya lagi, tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas kasus tersebut.
“Sampai sekarang belum ada kejelasan dari kasus tersebut. Peluru masih ada di perut kemenakan saya,” ungkap paman (mamak) korban bernama Ali Mukminin (35 tahun), kepada KORAN PADANG, Kamis (21/3).
Ia ingin ada kejelasan atas kasus yang menimpa kemenakannya itu.
“Kata dokter peluru belum bisa diangkat, alasannya tidak dijelaskan dengan rinci ke kami. Paling lama tiga bulan baru bisa peluru diambil atau diangkat dari perut,” katanya saat menemani keponakannya melakukan kontrol dan berobat di RSUD Kampung Baru Pariaman.
Ia mengungkapkan, Bela harus menjalani kontrol ke rumah sakit sekali dalam 15 hari. Meskipun dalam kondisi lemah dan masih menahan nyeri, Bela menguatkan hatinya untuk kontrol ulang.
Ali menuturkan, kasus ini masih dalam penyelidikan polisi. Pelaku penembakan atau pihak yang bertanggung jawab belum diketahui hingga hari ini. Polisi telah beberapa kali melakukan olah TKP di tempat kejadian. Namun penyidikan terhenti lantaran peluru sebagai barang bukti masih ‘tersimpan’ di perut korban.
Dia menambahkan, meskipun pihak RSUD sudah melakukan operasi, namun belum bisa melakukan pengangkatan timah panas dari dalam perut Bela.
“Kami sangat berharap polisi bisa mengungkap kasus ini secepatnya, kalau bisa peluru yang di perut itu juga dikeluarkan secepatnya,” ujar Ali.
Kasus ini menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Sebab, dalam laporan polisi disebutkan tindak pidana karena lalainya mengakibatkan luka tembak. Namun polisi tidak menuliskan siapa pelaku penembakan itu. Pada poin ‘terlapor’ hanya tertulis Lidik.
Sementara pihak RSUD Pariaman belum memberikan jawaban resmi kenapa peluru yang ada di perut gadis belia itu belum bisa diangkat. Padahal sudah dilakukan operasi.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi di kawasan Sungai Lawai, Korong Balekok, Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (22/2) sekira pukul 12.00 WIB. Kapolsek Sungai Geringging AKP Sudirman menerangkan, kejadian bermula saat korban pulang sekolah dengan berjalan kaki sekitar pukul 12.00 WIB. Saat sampai di kawasan Sungai Lawai, Korong Balekok, korban mendengar suara dentuman di atas atap rumah milik warga bernama Samar.
“Kejadian berlangsung cepat, korban yang sedang berjalan kaki tiba-tiba merasa sakit di bagian perut sebelah kiri. Korban langsung terjatuh dan perutnya mengalami luka mengeluarkan darah,” ungkap AKP Sudirman.
Warga setempat yang mengetahui kejadian itu langsung melarikan korban ke Puskesmas Sungai Geringging, kemudian dirujuk ke RSUD Pariaman. Berdasarkan pemeriksaan pihak RSUD Pariaman, korban dinyatakan mengalami luka tembak dan peluru bersarang di dalam perut korban sebelah kiri. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sungai Geringging pada Sabtu (24/2). Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan intensif terhadap peristiwa tersebut. (wrm)