Home » Normalisasi Permanen Butuh Waktu Tiga Tahun

Normalisasi Permanen Butuh Waktu Tiga Tahun

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Kondisi pascabencana di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan positif dengan tidak adanya lagi warga yang berada di posko pengungsian. Dari sebelumnya tercatat sebanyak 16.164 jiwa mengungsi, saat ini seluruh masyarakat terdampak di Ranah Minang telah kembali ke rumah masing-masing atau menempati hunian sementara.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menjelaskan bahwa warga yang rumahnya mengalami rusak ringan dan sedang sudah mulai pulang setelah mendapatkan bantuan stimulan. Sementara itu, bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang, pemerintah telah memfasilitasi mereka untuk tinggal di hunian sementara (huntara) atau diberikan dana tunggu hunian.

“Untuk Sumatera Barat pengungsi saat ini sudah nol dari sebelumnya 16.164 jiwa,” ungkap Tito dalam rapat membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (18/2).

Meskipun jumlah pengungsi sudah nihil, dampak kerusakan di Sumatera Barat tergolong luas karena mencakup 16 dari 19 kabupaten dan kota yang ada. Secara keseluruhan di wilayah Sumatera, jumlah wilayah terdampak kini telah menurun menjadi 52 kabupaten dan kota yang tersebar di 491 kecamatan.

Terkait pemulihan infrastruktur, Tito yang juga menjabat Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menegaskan bahwa proses normalisasi penuh membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun. Hal ini disebabkan skala kerusakan bangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan normalisasi sungai yang sangat luas.

“Normalisasi penuh saya sampaikan mungkin kira-kira dua sampai tiga tahun karena memang pengerjaannya sangat banyak ruas yang kena untuk dipermanenkan,” kata Tito.

Namun demikian, pemerintah tetap mengejar target normalisasi fungsional agar akses dasar masyarakat dapat pulih dalam waktu singkat. Fokus utama saat ini adalah pembersihan material lumpur dan pembukaan akses jalan agar mobilitas warga kembali lancar, meskipun pembangunan permanen masih berjalan secara bertahap. (ak/*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?