PADANG PARIAMAN, KP — Di tengah sulitnya kondisi ekonomi saat ini, pasangan suami istri di Korong Kayu Mudo, Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman bangkit lewat usaha kecil yang mereka rintis dari nol.
Masrizal dan sang istri, Syamsimar, kini dikenal sebagai pelaku usaha kue roti tapai khas Nagari Padang Alai yang sukses memproduksi hingga 1.500 kue per hari.
“Awalnya hanya mengisi dua warung kampung saat Covid-19 tahun 2021 silam. Alhamdulillah, berkembang hingga sekarang,” ujar Masrizal, Selasa (22/7).
Diceritakannya, sebelum merintis usaha di kampung halaman, ia dan istrinya merantau ke Jakarta selama 30 tahun. Ia menjalani berbagai profesi, seperti sopir angkot hingga pedagang. Namun pandemi Covid-19 memukul perekonomian hingga akhirnya pulang kampung dan memulai usaha dari bawah.
Dengan merek ‘Roti Tapai Riko’, usahanya kini berkembang pesat. Permintaan datang tak hanya dari kampung halaman, tapi juga dari wilayah Agam dan Payakumbuh.
“Sekali produksi kami butuh 15 kg minyak goreng, 7 kg tepung terigu, 30 kg tapai, dan 2,5 dus roti gabin. Alhamdulillah, sekarang sudah punya tiga pekerja dan satu orang tukang antar,” ungkapnya.
Roti tapai dijual seharga Rp2.000 per biji. Dengan produksi 1.500 biji per hari, omzet harian usaha ini bisa mencapai Rp3 juta atau sekitar Rp90 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, diperkirakan pendapatan bersih pasangan ini mencapai sekitar Rp30 juta per bulan.
Bagi Masrizal dan Syamsimar, usaha ini bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga bentuk ketekunan dan semangat pantang menyerah menghadapi situasi sulit.
“Yang penting mau berusaha, jangan menyerah. Allah pasti beri jalan,” ujar Masrizal. (wrm)
