PEMERINTAHAN Kota (Pemko) Payakumbuh berhasil mendapatkan Penghargaan Kota Sehat kategori Swastisaba Wistara dari Kementerian Kesehatan bersama 27 kabupaten dan kota lainnya se-Indonesia.
Penghargaan bergengsi di bidang kesehatan tersebut diserahkan pada Malam Anugerah Tanda Penghargaan Swasti Saba Kabupaten Kota Sehat dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Award 2023, di Kempinsky Grand Indonesia Ballroom Jakarta, Selasa malam (28/11).
Hadir pada acara itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi.
“Alhamdulillah, Kota Payakumbuh berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan,” kata Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh Jasman.
Menurutnya, predikat Wistara merupakan predikat tertinggi dalam penghargaan kota sehat. “Penghargaan ini sempat lepas dari Kota Payakumbuh pada tahun 2021 lalu dan kali ini kita berhasil mendapatkannya kembali. Ini merupakan penghargaan yang ketujuh kali didapatkan Kota Payakumbuh,” sebut Jasman.
Ia mengapresiasi dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi positif untuk mewujudkan Payakumbuh sebagai Kota Sehat.
“Penghargaan ini bukan tujuan, namun bonus dari seluruh kerja keras semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, forkopimda, Forum Kota Sehat, Forum Kecamatan Sehat, hingga forum kesehatan kelurahan dan tentunya dukungan dari masyarakat Kota Payakumbuh,” ucap Jasman.
Ia berharap penghargaan itu menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk tetap menghadirkan Kota Payakumbuh sebagai Kota Sehat.
“Jangan lengah dengan penghargaan ini, kita harus terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto mengatakan, Kota Payakumbuh mendapatkan Penghargaan Kota Sehat kategori Swastisaba Wistara salah satunya karena Kota Payakumbuh telah bebas dari buang air besar sembarangan.
Kota Payakumbuh juga telah memenuhi sembilan tatanan penilaian kota sehat, yakni tatanan permukiman, sarana dan prasarana sehat, sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi sehat, tatanan industri dan perkantoran sehat, dan kawasan pariwisata sehat.
Selanjutnya, tatanan pertambangan sehat, hutan sehat, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, ketahan pangan dan gizi, serta tatanan kehidupan sosial yang sehat.
“Dari seluruh indikator tersebut, Kota Payakumbuh angkanya sudah di atas 90 persen mendekati 100 persen. Hal ini yang membuat kita berhasil meraih Penghargaan Kota Sehat kategori Swastisaba Wistara,” katanya.
Ke depan, Wawan berharap seluruh tatanan tersebut dapat ditingkatkan. Hal ini tidak hanya bergantung pada Dinas Kesehatan, namun juga seluruh OPD di Kota Payakumbuh.
“Penilaian kabupaten/kota sehat ini dilaksanakan selama dua tahun. Semoga pada penilaian selanjutnya kita juga mendapatkan penghargaan,” ujarnya.
Diketahui, terdapat sembilan daerah di Sumbar yang meraih penghargan kabupaten/kota sehat 2023, di antaranya enam daerah meraih predikat wistara dan tiga predikat wiwerda. Daerah penerima predikat wistara di Sumbar yakni Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pessel, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya. Sementara peraih predikat wiwerda yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang, dan Kota Solok. *