Peluang Kerja di Luar Negeri Terbuka Lebar, Pencari Kerja Jangan Terjebak Calo Nakal

Anggota Komisi IX DPR-RI, Ade Rezki Pratama sosialisasikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Nagari Situjuah Banda Dalam, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (13/12) bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

LIMAPULUH KOTA, KP – Anggota Komisi IX DPR-RI, Ade Rezki Pratama mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap oknum yang menawarkan pekerjaan di luar negeri melalui jalur tidak resmi.

“Meski peluang kerja di luar negeri semakin terbuka, kita harus waspada terhadap lembaga perekrutan yang tidak berizin. Jangan sampai menjadi korban calo yang tidak bertanggung jawab,” tegas politisi asal Sumbar itu saat sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Nagari Situjuah Banda Dalam, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (13/12) bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman perdagangan orang, terutama bagi pencari kerja yang ingin bekerja ke luar negeri.

Menurut Ade Rizki, Pemerintah Indonesia sedang aktif memperluas kesempatan kerja di luar negeri melalui lobi internasional.

Presiden Prabowo Subianto, ujarnya, telah berhasil menjalin kerja sama strategis dengan beberapa negara, termasuk di bidang ketenagakerjaan. Hal ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia dengan gaji kompetitif dan persyaratan yang sesuai dengan kompetensi mereka.

Sementara Kepala BP3MI Sumbar, Jupriadi menyebutkan bahwa negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Jerman membuka peluang besar bagi tenaga kerja terampil dari Indonesia. Namun, ia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. “Pemerintah siap menyalurkan pencari kerja ke luar negeri, tapi semua harus mengikuti prosedur resmi dan pembinaan yang disediakan,” kata Jupriadi.

Di tempat yang sama Walinagari Situjuah Banda Dalam, Lakon Siska, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan sosialisasi ini, mengingat banyak warga Situjuah Limo Nagari yang menjadi pekerja migran. “Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan informasi dan perlindungan bagi masyarakat agar tidak terjebak dalam jaringan perdagangan orang,” ujarnya. (dst)

Related posts

Atasi Sedimentasi Pascabencana, Padang Dorong Keterlibatan Swasta Lewat Izin Tambang

Festival Literasi Padang 2026, Fadly Amran Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas

Jelang Idul Adha, Pemko Padang Siapkan Pemeriksaan 64 Kandang