Pemkab Pasaman Pastikan Ketersediaan Pangan

Bupati Pasaman, Welly Suhery bersama Kepala Dinas Perikanan dan Pangan M. Dwi Richie JP saat menyerahkan bantuan beras pangan secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat (KPM) di Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, beberapa waktu lalu.

PASAMAN, KP – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya tercukupi, bahkan melebihi kebutuhan. Kondisi ini ditopang oleh panen yang baru selesai di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman, M. Dwi Richie, Senin (28/7), menjelaskan bahwa data terakhir menunjukkan surplus ketersediaan pangan.

“Ketersediaan pangan di Pasaman selama bulan Juli ini sangat mencukupi. Bahkan dari data terakhir minggu ini, ketersediaan pangan bahkan melebihi dari kebutuhan,” ungkapnya.

Untuk mengontrol harga dan membantu masyarakat kurang mampu, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan beras pangan sebanyak 530 ton. Bantuan ini didistribusikan oleh Perum Bulog kepada 26.540 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh kecamatan.

Kepala Bidang Pangan, Desirwan Indra, merinci data prognosa ketersediaan pangan. Untuk beras, tersedia 11.648 ton, sementara kebutuhan bulanan sekitar 3.514 ton, menyisakan ketahanan 8.134 ton dengan harga stabil Rp16.000 per kilogram.

Selanjutnya, untuk komoditas jagung, tersedia 4.400 ton dengan kebutuhan 1.073 ton dan ketahanan 3.327 ton, di harga Rp6.000 per kilogram. Gula pasir tersedia 254 ton, kebutuhan 126 ton, dan ketahanan 128 ton, dengan harga Rp19.000 per kilogram. Minyak goreng curah tersedia 501 ton, kebutuhan 248 ton, dan ketahanan 253 ton, di harga Rp20.000 per kilogram.

Untuk produk hewani, daging sapi tersedia 104 ton dengan kebutuhan 47 ton dan ketahanan 56 ton, di harga Rp140.000 per kilogram. Daging ayam tersedia 307 ton dengan kebutuhan 151 ton dan ketahanan 156 ton, di harga Rp31.300 per kilogram. Telur ayam tersedia 311 ton dengan kebutuhan 149 ton dan ketahanan 162 ton, di harga Rp27.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk bumbu dapur, bawang merah tersedia 122 ton dengan kebutuhan 89 ton dan ketahanan 34 ton, di harga Rp45.000 per kilogram. Cabe merah tersedia 294 ton dengan kebutuhan 224 ton dan ketahanan 70 ton, di harga Rp30.000 per kilogram. Cabe rawit tersedia 151 ton dengan kebutuhan 84 ton dan ketahanan 66 ton, di harga Rp30.000 per kilogram. Terakhir, bawang putih tersedia 53 ton dengan kebutuhan 27 ton dan ketahanan 26 ton, di harga Rp36.000 per kilogram.

Dwi Richie menambahkan, selain produk lokal, ketersediaan bahan pangan seperti cabai juga ditopang dari Medan, Sumatera Utara, serta Padang Panjang, Kabupaten Solok, dan Kerinci untuk bawang dan cabai. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk kepolisian, untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang stabil di lapangan.

“Harga pangan masih stabil. Kita harapkan tidak ada oknum yang memainkan stok pangan ini dengan menimbun dan menaikkan harga. Sehingga kondisi pasaran terus terjaga dengan baik,” pungkasnya. (nst)

 

Related posts

Pemko Padang Gandeng Bank Mandiri Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah

Padang Ditunjuk Tuan Rumah Seminar Kebencanaan APEKSI

Dasawisma Aloe Vera 7 Wakili Padang di Lomba Tingkat Sumbar