PASAMAN, KP – Pemerintah Kabupaten Pasaman menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) operasional senilai Rp4,9 miliar dari Pemerintah Pusat untuk mendukung program Keluarga Berencana (KB) dan percepatan penurunan stunting.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, kepada Bupati Pasaman, Sabar AS.
Mardalena menyatakan bahwa DAK Sub Bidang KB bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB serta kesehatan reproduksi. Selain itu, program ini juga mendukung Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) serta gerakan percepatan penurunan stunting di daerah.
“Program Genting (Gerakan Gotong Royong Masyarakat untuk Mencegah Stunting) menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak dari Keluarga Berisiko Stunting (KRS) agar tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Mardalena, Jumat (21/3).
Sementara, Bupati Sabar AS menyatakan, DAK tersebut akan dimanfaatkan optimal untuk penanganan stunting dan penguatan program KB di daerah. Saat ini, terdapat 287 kader KB yang tersebar di seluruh kejorongan dan nagari di Pasaman, dengan pembinaan langsung dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) DP3AP2KB di tiap kecamatan.
“Kami juga telah membentuk 37 Kampung KB di berbagai nagari. Saat ini, 25 Kampung KB lainnya sedang dalam tahap finalisasi, hanya tinggal koordinasi dengan BKKBN pusat dan provinsi untuk pelaksanaannya,” terangnya.
Pemkab Pasaman juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan kontrasepsi guna mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Tahun lalu, target pelayanan KB mencapai 10.614 akseptor, dengan realisasi 89,68 persen. Tahun ini, ditargetkan ada peningkatan 10 persen dari capaian sebelumnya.
Dalam upaya penurunan angka prevalensi stunting, Pemkab Pasaman menargetkan penurunan hingga 14 persen. Data terbaru masih dalam proses perhitungan dan diperkirakan akan dirilis pada Maret 2025.
“Pada 2021, angka stunting di Pasaman sebesar 30,2 persen, lalu turun menjadi 28,9 persen pada 2022. Meski belum signifikan, penurunan ini menjadi motivasi bagi kader untuk terus bekerja lebih baik,” tambah Sabar AS.
Bupati berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah terus berkomitmen dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di Pasaman.
“Kami akan terus mengedukasi masyarakat dan kader agar target stunting 14 persen dapat tercapai di masa mendatang,” pungkasnya. (nst)
