Home » Pemkab Pessel Cetak Wirausaha Muda Lewat Pelatihan Vokasi Digital

Pemkab Pessel Cetak Wirausaha Muda Lewat Pelatihan Vokasi Digital

Redaksi
A+A-
Reset

PESISIR SELATAN, KP — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terus berupaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal melalui pelatihan vokasi berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL). Program ini dirancang untuk melahirkan generasi muda yang siap kerja sekaligus mampu menciptakan usaha mandiri di era digital.

Pelatihan dilaksanakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Painan sejak Senin lalu (6/10). Sebanyak 80 peserta dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan yang difokuskan pada peningkatan keterampilan praktis dan kewirausahaan.

Plt. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Pessel, Gunawan mengatakan, program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM unggul dan produktif.

“Kami ingin generasi muda Pessel tak hanya siap bekerja, tapi juga mampu membuka lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri,” ujar Gunawan, Kamis (9/10).

Lima program unggulan ditawarkan dalam pelatihan ini, yaitu Digital Office Administration berbasis Google Workspace, Hydroponic Automation System, Automatic Irrigation System, Pembuatan Konten Pemasaran berbasis Aplikasi Smartphone, dan Pemasangan Sistem Integrasi Bangunan Cerdas.

Gunawan menjelaskan, peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia, namun memiliki semangat sama untuk meningkatkan keterampilan. Pelatihan diawali dengan sesi *soft skill* menghadirkan pelaku UMKM sukses yang berbagi pengalaman membangun bisnis dari nol.

“Mereka memotivasi peserta agar berani memulai dan terus mengasah potensi diri sebelum terjun ke dunia usaha,” tambahnya.

Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga mempertemukan peserta dengan ekosistem pendukung seperti dunia usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal untuk memperkuat jejaring bisnis dan pengembangan SDM.

Sementara, Kepala UPTD BLK Painan, Yulwidya Isfa Putra menjelaskan, metode PBL dipilih agar peserta belajar secara aktif melalui proyek nyata sesuai bidang pelatihan.

“Peserta tidak hanya menerima teori, tapi ditantang membuat produk dan melakukan praktik langsung. Ini cara efektif menumbuhkan kemandirian dan kemampuan ‘problem solving’ yang dibutuhkan industri saat ini,” katanya.

Yulwidya berharap pelatihan ini mampu mencetak pelaku usaha baru di daerah dan memperkuat ekonomi lokal berbasis teknologi.

“Modal utama adalah tekad dan kemauan belajar. Keterampilan bisa diasah, tapi semangat harus lahir dari diri sendiri,” ujarnya.

Pelatihan vokasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Pessel untuk mengurangi pengangguran, memperluas peluang usaha, dan memperkuat UMKM melalui digitalisasi dan keterampilan terapan. (don)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?