PAYAKUMBUH, KP – Ratusan pedagang Pasar Payakumbuh masih menanti kepastian solusi pasca kebakaran yang melanda pasar tersebut, Selasa lalu (26/8). Musibah ini tidak hanya menghanguskan toko dan lapak, tetapi juga memukul perekonomian warga yang menggantungkan hidup di pasar terbesar di kota itu.
Pemerintah Kota Payakumbuh telah bergerak cepat dengan mendata pedagang terdampak dan menyiapkan posko darurat. Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyebut salah satu usulan pedagang adalah penyediaan kanopi atau atap sementara agar mereka tetap bisa berjualan.
“Pendataan sudah kita mulai, semua harus jelas agar tidak ada data ganda. Posko juga sudah disiapkan,” ujarnya.
Namun, kendala utama yang dihadapi Pemko Payakumbuh adalah persoalan dana. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda menjelaskan, Belanja Tak Terduga (BTT) yang tersedia hanya Rp788 juta. Jumlah ini jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan para pedagang.
“Untuk santunan pedagang saja dibutuhkan lebih dari Rp4 miliar, dan relokasi sekitar Rp4 miliar lagi. Karena itu kami sudah melaporkan dan mengajukan bantuan kepada gubernur maupun kementerian terkait,” katanya.
Merespons musibah ini, Gubernur Sumbar Mahyeldi, meninjau langsung lokasi kebakaran pada Jumat (29/8). Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan berkoordinasi untuk mendukung penanganan.
“Atas nama pemerintah provinsi, kami ikut berduka. Musibah ini harus dihadapi bersama dengan kekompakan. Kuncinya kebersamaan,” ujar Mahyeldi, seraya menekankan pentingnya data yang akurat agar bantuan tepat sasaran.
Kebakaran Pasar Payakumbuh ini menambah daftar bencana serupa di Sumbar, setelah sebelumnya Pasar Silungkang Sawahlunto juga dilanda kebakaran. Pemerintah daerah kini dituntut bergerak cepat agar pedagang tidak terlalu lama kehilangan sumber penghidupan. (dst)