PADANG, KP — Kabupaten Solok diproyeksikan bertransformasi menjadi destinasi wisata berkelas internasional (world-class tourist destination) melalui penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok. Komitmen strategis ini dimatangkan dalam pertemuan yang dipimpin Kepala Bappeda Sumbar, Zefnihan, guna menyelaraskan visi pembangunan pariwisata berkelanjutan di Ranah Minang.
Zefnihan menegaskan bahwa pengembangan destinasi kelas dunia merupakan agenda jangka panjang yang telah dirintis sejak satu dekade lalu dan membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan. Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata tidak akan optimal jika dilakukan secara parsial oleh masing-masing daerah.
“Kabupaten tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan provinsi. Sumbar dibangun untuk kabupaten dan kabupaten untuk Sumbar. Kita harus membangun ini secara kolaboratif agar target destinasi kelas dunia benar-benar terwujud,” ujar Zefnihan di hadapan jajaran Pemkab Solok, baru-baru ini.
Merespons hal tersebut, Wakil Bupati Solok Candra, menyatakan kesiapan daerahnya untuk menjadi motor penggerak wisata internasional dengan mengandalkan keunggulan sektor pertanian dan pariwisata. Fokus utama pengembangan saat ini adalah kawasan Gunung Talang yang memiliki panorama unik “lima danau” serta jalur pendakian yang aman bagi wisatawan mancanegara.
“Pengembangan Gunung Talang menjadi salah satu prioritas. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai geopark. Kami juga merencanakan pembangunan akses melalui Bukik Bulek sebagai jalur mitigasi bencana sekaligus pembangkit ekonomi masyarakat sekitar,” terang Candra.
Pemerintah Kabupaten Solok juga menaruh harapan besar pada penyelesaian proyek flyover Sitinjau Lauik yang diprediksi akan meningkatkan arus kunjungan wisatawan secara signifikan. Sebagai penunjang, Pemkab Solok berencana membangun rest area representatif serta fasilitas infrastruktur yang ramah lingkungan guna mendukung status geopark baru di Sumatera Barat.
Mengingat 56,2 persen masyarakat Kabupaten Solok bergantung pada sektor agraris, pengembangan pariwisata ini dipastikan tetap menjadikan pertanian sebagai fondasi ekonomi. Sinergi ini diharapkan tidak hanya melahirkan destinasi wisata baru, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi produk pertanian lokal melalui konsep agrowisata internasional. (bus)